Scroll to Top

9 Laporan isu hoaks hari ini yang di rilis Kemenkominfo

By Redaksi Sijoripost / Published on Jumat, 28 Jun 2019 00:15 AM / No Comments / 146 views
Warga yang tergabung dalam Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) menunjukkan saat unjukrasa menolak hoaks di Alun-alun Tegal, Jawa Tengah, Rabu (10/10). Mereka menuntut kepada Polri untuk mengusut tuntas pelaku penyebar hoaks dan meminta kepada masyarakat agar tidak sembarangan menyebar berita hoaks di media sosial. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/kye/18

Jakarta, Sijoripost.com – Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menemukan sejumlah hoaks yang menyerang institusi pemerintah. Salah satu kabar hoaks yang tersebar di media sosial menarasikan, statement dari Menko Polhukam Wiranto yang dikutip secara parsial.

Plt. Kepala Biro Humas Setjen Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu menepis kabar bahwa, Wiranto akan menangkap siapa saja yang menggelar aksi di kawasan gedung Mahkamah Konstitusi.

“Narasi dari statemen itu hoaks, pak Wiranto tidak mengatakan seperti itu. Jadi, sebuah berita yang tidak disajikan dengan narasi yang utuh tentu menimbulkan kesalahpahaman atau disinformasi,” kata Ferdinandus di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Lebih lanjut, Ferdinandus menjelaskan, Menko Polhukam Wiranto memang meminta agar tidak ada aksi yang digelar di kawasan Gedung MK, hingga pembacaan putusan gugatan Pilpres 2019 pada 27 Juni. Selain Wiranto, pihak Kepolisian sebelumnya juga sudah mengimbau supaya tidak ada aksi di MK.

Menurut Ferdinandus, adapun dalam statementnya, Wiranto mengancam akan menangkap demonstran atau peserta aksi yang nekat menimbulkan kerusuhan.

“Beliau mengancam apabila aksi itu menimbulkan keresahan masyarakat, apalagi sampai terjadi kerusuhan. Jika hal itu terjadi, Pak Wiranto menegaskan akan menangkap dalang kerusuhan tersebut,” jelasnya.

Kabar hoaks lain yang ditemukan yaitu, mengenai pernyataan Kepala Staf Presiden Moeldoko yang pernah memberikan training kepada saksi dan calon pelatih saksi pemungutan suara.

Dalam konten itu, terdapat narasi “Kecurangan adalah bagian dari demokrasi”, yang mana narasi tersebut dikatakan sebagai bagian dari pelatihan yang diberikan kepada saksi dan calon pelatih saksi pemungutan suara.

“Beliau mengatakan, dalam sebuah demokrasi yang mengedepankan kebebasan apa saja bisa terjadi. termasuk kecurangan bisa terjadi..”. “Jadi konteksnya tidak seperti itu. Beliau sama sekali tidak mengajarkan mereka untuk berlaku curang,” kata Ferdinandus mengutip pernyataan Moeldoko.

Berikut rincian lengkap laporan isu hoaks harian untuk tanggal 26 Juni 2019 dari Tim AIS Kementerian Kominfo:

1. Tegan Jade Martin:, Mantan Miss Universe Australia Terdampar di Bali Karena Paspor Basah dan Denda USD 5.000

2. Jadwal Pendaftaran CPNS Kemenag 2019

3. Kecurangan Bagian dari Demokrasi

4. Simpan HP Dibawah Jok Sepeda Motor Saat Berdering Langsung Meledak

5. Bayi Terkecil di Dunia

6. Buah Loofah yang Mirip dengan Payudara

7. Ribuan Warga Jatim Siap Bergerak ke Jakarta untuk Aksi Sidang putusan MK

8. Wiranto Ancam Tangkap Siapapun yang Nekat Aksi di MK

9. Kesaksian Hairul Anas di MK, Penyebar Issu Radikal, Khilafah, Intoleran adalah Elit 01.

(kgi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares