Scroll to Top

Sejumlah oknum nekat buka gudang bawang di pemukiman, Pemko Dumai klaim tak pernah terbitkan izin

By Redaksi Sijoripost / Published on Minggu, 11 Feb 2018 20:10 PM / No Comments / 63 views
Tampak aktivitas gudang Bawang Merah di Gang Sentul Ujung, Jalan Diponegoro, Kota Dumai berada di dekat pemukiman masyarakat. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Dumai tidak pernah terbitkan izin gudang di kawasan pemukiman

Dumai, Sijoripost.com Sejumlah oknum pengelola gudang di Kota Dumai nekat membangun gudang di dekat pemukiman masyarakat.

Ada dugaan sudah beroperasi di lokasi itu tanpa legalitas.

Pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dumai menyebut tidak ada izin gudang di kawasan pemukiman.

Satu kawasan pemukiman yang banyak bangunan gudang di Gang Sentul, Jalan Diponegoro, Kota Dumai. Pantauan Tribun, Minggu (11/2/2018) ada tiga gudang berada di lokasi itu. Di antaranya merupakan gudang yang jadi penyimpanan komoditi Bawang Merah.

Ada sejumlah gudang berdiri di Gang Sentul, Jalan Diponegoro, Kota Dumai posisinya dekat pemukiman masyarakat. Pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dumai tidak pernah terbitkan izin gudang di kawasam pemukiman masyarakat.

Ada sebuah papan kecil yang kondisinya tidak bagus lagi ada di depan gudang.

Pada papan tertulis bahwa lokasi itu adalah gudang bawang satu badan usaha CV. SM

Mereka mengklaim sebagai importir hortikultura sesuai tertera di papan.

Komoditi umbi lapis ini menimbulkan aroma tidak sedap.

Aromanya menyeruak hingga ke sekitar gudang.

Ada pemukiman padat penduduk di sekitar Gang Sentul Ujung tersebut.

“Bau bawangnya sampai keluar. Kalau banyak bawangnya ya bertambah baunya,” terang satu warga yang melintas, Minggu siang.

Pihak Dinas Penamaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Dumai mengaku tidak pernah menerbitkan izin gudang dekat pemukiman masyarakat.

Mereka tidak bakal mengeluarkan izin gudang di tempat yang bukan peruntukannya.

Mereka menyebut bahwa gudang di dekat pemukiman adalah ilegal.

Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Dumai gudang tidak berada di kawasan pemukiman.

Gudang hanya berada di kawasan industri.

Seperti Pelintung (Kecamatan Medang Kampai) dan Lubuk Gaung (Kecamatan Sungai Sembilan).

“Kami sampaikan saat ini belum terbitkan izin untuk gudang. Seperti gudang bahan makanan atau sembako,” jelas Kepala DPMPTSP Dumai melalui Kabid Perizinan dan Non Perizinan, Said Effendi kepada Tribun, Minggu (11/2/2018).

Menurutnya, pihak dinas belum pernah menerbitkan Tanda Daftar Gudang (TDG) untuk kawasan pemukiman.

Satu cara memperoleh TDG adalah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) peruntukan gudang.

Pihak dinas tidak akan menerbitkan TDG tanpa IMB gudang.

Pihak dinas berpedoman pada Permendag No.90 tahun 2014 tentang Penataan dan Pembinaan Gudang. Pada pasal enam menyebut bahwa IMB gudang jadi dokumwn syarat untuk mendapat TDG.

Mereka juga mengacu pada Perda Kota Dumai No.14 tahun 2011 tentang Surat Izin Usaha Pedagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan dan TDG.

Said menyebut bahwa pada Pasal 32 berbunyi bahwa pihak dinas biza menolak penerbitan TDG karena gudang tidak sesuai lokasi peruntukannya.

“Jadi gudang yang tidak sesuai peruntukannya tentu tidak bakal diterbitkan TDG. Apalagi banyak gudang di Kota Dumai belum berkontribusi bagi daerah,” tegasnya.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares