Scroll to Top

Ade Agus Hartanto prihatin melihat kondisi Riko Muriadi warga Inhu Penderita tumor tak kunjung di oprasi

By Redaksi Sijoripost / Published on Kamis, 13 Sep 2018 17:28 PM / No Comments / 108 views

Rengat, Sijoripost.com – Riko Muriadi penderita penyakit tumor rahang Warga Desa Pematang Jaya Kecamatan Rengat Barat Provinsi Riau hanya di janjikan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad untuk di oprasi.

Hal tersebut membuat Anggota DPRD Provinsi Riau dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ade Agus Hartanto, Meminta pihak RSUD Arifin Achmad serius menangani pasien tersebut tidak hanya sekedar di berikan janji yang beralasan menunggu antrean.

“Kita minta RSUD Arifin Achmad segera menangani Riko Muriadi. Kasihan pasien ini, sudah lama menunggu untuk dioperasi selama lima bulan, tapi belum ada kejelasan juga dari pihak RSUD,” Ade Agus Hartanto.

Mendengar kabar tersebut penyakit yang di derita Riko, Ade Agus Hartanto langsung meninjau ke rumah Riko untuk mendegarkan keluhan riko dan mencari jalan solusi agar Riiko segera di oprasi.

“Kondisi tersebut sudah menjadi keprihatinan warga sekitar. Kita berharap pihak rumah sakit memberikan kepastian soal jadwal tersebut, ia sudah cukup lama menunggu,” kata Ade Agus Hartanto yang merupakan anggota dewan dari dapil Inhu-Kuansing ini.

Umar Dani, yang juga merupakan salah seorang Kepala Dusun di Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu mengatakan, sejak lima bulan lalu pihaknya menunggu kabar tentang penanganan penyakit Riko. Dan sampai saat ini, pihaknya belum ada dihubungi oleh RSUD Arifin Achmad.

“Harusnya dilakukan operasi sejak 5 bulan lalu, tapi disuruh pulang alasan antrean. Kami tunggu, tapi sampai sekarang tidak ada yang menghubungi. Dulu katanya mau menghubungi kalau sudah sampai antereannya dan akan langsung operasi,” kata Umar Dani.

Pihak keluarga menurut Umar juga tidak sanggup sering datang ke Pekanbaru karena masalah ongkos. Karena itu, pihak keluarga hanya bisa menunggu dihubungi pihak rumah sakit seperti yang dijanjikan.

“Kami sudah dua kali ke sana menanyakan, tapi tidak bisa terlalu sering karena masalah biaya dan ongkos ke Pekanbaru,” tuturnya.(spc7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares