Scroll to Top

Al Azhar: ‘ini adalah gong peradilan adat melayu Riau’

By Redaksi Sijoripost / Published on Sabtu, 04 Nov 2017 16:39 PM / No Comments / 310 views
Syahril Abu Bakar Menerima surat pernyataan sikap Ninik Mamak sekabupaten Kuansing

Pekanbaru, Sijoripost. com – Suhardiman Amby yang bergelar ‘Datuk Panglimo Dalam’ tiba di Lembaga Adat Melayu Riau untuk memenuhi panggilan adat dari pengurus LAM Riau terkait permasalahannya dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Kordias Pasaribu yang sempat heboh selama satu minggu ini.

Berangkat dari tugu keris jalan Diponegoro Pekanbaru, ratusan rombongan yang terdiri dari ninik mamak beserta mahasiswa asal Kuantan Singingi melakukan long march ke gedung LAM Riau, setibanya, rombongan langsung disambut oleh pengurus lembaga adat melayu Riau dengan baik.

Dalam pernyataan sikap dari pemangku adat dan Ninik mamak se kabupaten Kuantan Singingi meminta kepada LAM Riau untuk memberikan sangsi sesuai ketentuan adat istiadat Melayu Riau termasuk sanksi yang paling berat pengusiran yang bersangkutan dari bumi Melayu Riau Namun demikian kami menyerahkan ke dalam untuk memberikan sanksi yang seadil-adilnya menurut hukum adat Melayu Riau secara arif dan bijaksana.

Ketua umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Syahril Abu Bakar mengatakan “kita memiliki perasaan yang sama, terluka juga rasanya jika diperlakukan seperti ini, sejauh ini kami dari pengurus LAM Riau telah melakukan komunikasi secara maraton baik terhadap Kordias Pasaribu maupun beberapa saksi yang merupakan sahabat dari Suhardiman Amby dan Kordias Pasaribu. dan kita akan terus memusyawarah permasalahan ini dengan Majelis Kerapatan Adat” kata Syahril dalam sambutanya,

Suasana balai adat melayu riau

Sementara Al azhar, Ketua Majelis Kerapatan Adat LAM Riau juga mengatakan dengan bijak ‘masalah besar kita kecilkan masalah kecil kita hilangkan’,” ucap Al Azhar di awal sambutannya.

Ditengah sambutannya Al azhar sempat tersedu dan haru melihat semangat Ninik Mamak dan Ponakan yang membela adat istiadat Melayu.

“melalui peristiwa ini saya melihat (Azhar terdiam dan haru), bahwa kita masih satu. Kata Azhar, kita dengan lembaga adat melayu yang ada di kabupaten kota akan terus mengangkat batang terandam atau hukum adat dan peristiwa ini adalah gong nya untuk peradilan adat karena tidak selamanya permasalahan diselesaikan di kantor polisi” kata Azhar penuh keharuan.

Dan kita akan bersatu padu untuk itu,” sambungnya.

Masih dalam sambutannya, Al azhar mengemukakan akan menyelesaikan masalah ini secepatnya.

“Dan untuk masalah datuk Suhardiman Amby tidak bisa di selesaikan dalam sekali pertemuan saja, mudah mudahan Senin atau Selasa sudah bisa kita carikan solusinya,” kata Azhar mengakhiri sambutannya.(spc1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares