Scroll to Top

Anggota Komisi V DPR-RI kunjungi kawasan mega proyek “Technopark” Pelalawan

By Redaksi Sijoripost / Published on Minggu, 07 Jul 2019 21:58 PM / No Comments / 51 views

Pelalawan, Sijoripost.com – Sebanyak 17 anggota DPR-RI yang tergabung di Komisi V melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) resmi dikabupaten Pelalawan. Delegasi dari senayan ini, meninjau kawasan mega proyek kawasan ‘Technopark’ yang berada di Kelurahan Langgam kecamatan Langgam, kabupaten Pelalawan. Kamis (20/6/19) lalu.

Di kawasan yang sedang dicanangkan, rombongan komisi V melakukan pertemuan hangat bersama pemerintah daerah. Berbagai usulan pembangunan pemkab Pelalawan, mencuat pada pertemuan ini dan menjadi serapan aspirasi Komisi V untuk dibahas dengan pemerintah pusat.

Pada kesempatan tersebut, wakil Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir mengatakan kunjungan kerja spesifik Anggota DPR RI Komisi V yang membidangi Infrastruktur dan transportasi ini sebagai langkah awal dasar dari pengajuan anggaran di DPR RI bagi pembangunan Kabupaten Pelalawan.

Hal ini di sampikannya saat memberi sambutan kunjungan kerja anggota DPR RI di Kab.Pelalawan Propinsi Riau. Ia mengatakan pentingnya peningkatan infrastruktur dan transportasi bagi pengembangan kawasan di Indonesia dengan potensi yang cukup besar seperti saat ini di Kabupaten Pelalawan yang memiliki sektor unggulan di bidang perkebunan sawit.

Dasar pengajuan anggaran di DPR RI ini sangat penting bagi pengembangan ekonomi masyarakat Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau dan berguna bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan di dalam pemerataan pembangunan dalam bidang infrastruktur. Selain itu juga Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Barat ini berharap kepada mitra kerja Komisi V di DPR RI untuk berkomitmen memajukan bagi kontribusi pembangunan di Kabupaten Pelalawan kedepan dimana kita harapkan masih adanya jalan tanah yang ada di Kabupaten Pelalawan ini untuk meningkat menjadi jalan nasional .

Sementara itu, Bupati Pelalawan Propinsi Riau. Ia mengatakan pentingnya peningkatan infrastruktur dan transportasi bagi pengembangan kawasan di Indonesia dengan potensi yang cukup besar seperti saat ini di Kabupaten Pelalawan yang memiliki sektor unggulan di bidang perkebunan sawit selain itu kawasan Tekno Park merupakan program Nawacita Presiden RI Joko Widodo dan Pemerintah Republik Indonesia.

Pengembangan kawasan dan wilayah yang terintegrasi perlu pembangunan di segala sektor kawasan industri dan pendidikan yang sangat potensial. Kabupaten Pelalawan dengan 7 Program Strategis 2 diantaranya mendukung Program Nasional yakni Pelalawan Eksotis dan Pelalawan Inovatif.

Dasar pengajuan anggaran di DPR RI ini sangat penting bagi pengembangan ekonomi masyarakat Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau dan berguna bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan di dalam pemerataan pembangunan dalam bidang infrastruktur. Selain itu juga Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Barat ini berharap kepada mitra kerja Komisi V di DPR RI untuk berkomitmen memajukan bagi kontribusi pembangunan di Kabupaten Pelalawan kedepan dimana kita harapkanmasih adanya jalan tanah yang ada di Kabupaten Pelalawan ini untuk meningkat menjadi jalan nasional

Hadir dalam kesempatan tersebut,anggota DPR RI Komis V, Bupati Pelalawan HM. Harris, Sekda Tengku Mukhlis,Forkompinda Pelalawan,Pimpinan Perusahaan,Mitra Kerja Komisi V DPR RI,Para Kepala OPD,Camat,serta Para Ketua Paguyuban di Pelalawan.

Sementara itu, kepala Bappeda Pelalawan Ir. Syahrul Syarif menambahkan Techno Park Pelalawan akan menjadi salah satu dari lima technopark percontohan di Indonesia.

Keberadaan, techopark ini diharapkan akan mendorong inovasi dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitarnya. Kawasan Technopark kata dia, memiliki lahan seluas 3.754 hektar.

Didalam kawasan ini tuturnya, sudah berdiri dan berjalan Sekolah Tinggi Teknologi Kelapa Sawit. Sekolah tinggi ini, sebagai cikal bakal untuk menyiapkan sumber daya manusia.

Keberadaan, techopark ini diharapkan akan mendorong inovasi dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitarnya. Kawasan Technopark kata dia, memiliki lahan seluas 3.754 hektar.

Didalam kawasan ini tuturnya, sudah berdiri dan berjalan Sekolah Tinggi Teknologi Kelapa Sawit. Sekolah tinggi ini, sebagai cikal bakal untuk menyiapkan sumber daya manusia.

Kasawan ini, tambah dia terbagi kepada tujuh zona, antara lain zona pendidikan, riset, pemukiman, industri, konservasi, komersian dan zona publik.

Sejauh ini, sambungnya, sudah banyak investor asing, berminat berinvestasi di kawasan Technopark, salah satunya adalah investor dari Jepang yakni eBioo Technologu Holding Pte ltd, minatnya terkait investasi pengolahan alga.

Menurutnya, Group Chairman eBio Technology Holding Pte Ltd Toshihide Nakajima, limbah cair minyak sawit sangat cocok diolah menjadi alga dibandingkan nabati lain. Menurutnya, teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi alga mempunyai dampak ganda begi perekonomian lokal dan petani. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares