Scroll to Top

Beranggapan NKRI tidak aman, Gubernur Papua akan tarik seluruh pelajarnya

By Redaksi Sijoripost / Published on Jumat, 23 Agu 2019 09:59 AM / No Comments / 60 views

Papua, Sijoripost.com – Gubernur Papua Lukas Enembe menyebut seluruh kawasan Indonesia tidak aman bagi orang Papua.

Ia berencana akan membawa seluruh pelajar Papua di berbagai daerah di Indonesia untuk pulang kampung.

Hal ini, buntut penyerangan sejumlah mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Penyerangan yang berbalas dengan beberapa kerusuhan terjadi di wilayah Papua seperti di kawasan Timika, Manokwari dan Sorong.

Kendati demikian, kerusuhan tersebut telah teratasi saat ini.

Menanggapi adanya peristiwa tersebut, Gubernur Papua Lukas Enembe menuturkan kekecewaannya terhadap sikap masyarakat di luar Papua saat hadir di acara Mata Najwa.

Hal tersebut bermula ketika Najwa Shihab sebagai pembawa acara Mata Najwa meminta Gubernur Papua Lukas Enembe berkomentar soal permintaan maaf yang dilontarkan Gubernur Jawa Timur Khofifah.

“Pak Gubernur ada komentar mengenai permintaan maaf Ibu Khofifah dan pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan ‘emosi boleh tetapi lebih baik saling memaafkan’, apa lagi yang seharusnya bisa dilakukan?” tanya Najwa Shihabdilansir TribunJakarta.com pada Kamis (22/8).

Gubernur Papua lantas menuturkan, perbuatan mengenai rasisme sebenarnya dibenci oleh seluruh dunia.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa masyarakat Indonesia selama 74 tahun merdeka namun sikap terhadap masyarakat Papua belum berubah.

Perlakuan masyarakat di luar Papua itu, menurut Gubernur Papua sama seperti apa yang terjadi di masa lalu.

“Ini sama seperti era kolonial. Apa bedanya?,” ungkap Lukas Enembe.

“Jadi karena kerap kali terjadi, ini pemicunya membuat yang lain terungkap?” tanya Najwa Shihab.

“Ini pemicu utamanya yang terjadi di Papua. Jadi saya pikir sudah 74 tahun merdeka, NKRI kita jaga, Bhineka Tunggal Ika dijaga. Dari Sambang – Merauke juga harus dijaga,” jelas Lukas Enembe.

Bahkan, Lukas Enembe menyatakan, penduduk di Papua sebenarnya merupakan multietnis.

Kendati demikian, Lukas Enembe menilai masyarakat Papua belum di-Indonesiakan secara baik.

“74 tahun merdeka, orang Papua masih juga belum di-Indonesiakan secara baik,” ucap Lukas Enembe.

Mendengar pernyataan Gubernur Papua Lukas Enembe, pembawa acara Mata Najwa, Najwa Shihab tersentak.

Lantas Najwa Shihab kembali mengulang apa yang dikatakan oleh Gubenur Papua Lukas Enembe dan menanyakan maksudnya.

“Belum di-Indonesiakan secara baik, apa maksudnya? Apa yang harus dilakukan untuk meng-Indonesiakan seseorang?” tanya Najwa Shihab.

“Sampai hari ini dalam pengertian, masyarakat Papua belum menerima rasa ke-Indonesiaan mereka. Persoalan di Papua itu cukup rumit,” papar Lukas Enembe.

Pulangkan Mahasiswa Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe tiba-tiba saja mengutarakan niatannya untuk membawa pulang semua mahasiswa Papua yang kuliah di seluruh wilayah Indonesia

Niatan Lukas Enembe membawa pulang mahasiswa Papua membuat Najwa Shihab bingung

Bahkan mendengar niatan Lukas Enembe membawa pulang mahasiswa Papua, Staf Khusus Presiden Bidang Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya ikut panik

Niatan Lukas Enembe membawa pulang mahasiswa Papua karena faktor keamanan

“jadi mba Najwa saya sudah putuskan tim saya dari Kodam, pemerintah daerah, akan data mahasiswa kita di seluruh Indonesia, saya akan bawa mereka,” kata Lukas Enembe dikutip dari Mata Najwa

Najwa Shihab heran mendengar pernyataan Lukas Enembe

“Anda akan bawa pulang pak ?” tanya Najwa Shihab

Menurut Lukas Enembe, bila Pemerintah tidak bisa menjamin keamanan Indonesia, maka akan membahayakan mahasiswa Papua

“bawa pulang, karena selama NKRI tidak aman mereka tidak bisa belajar,” kata Lukas Enembe

Najwa Shihab lantas berujar bila dibawa pulang, mahasiswa Papua tak lagi bisa mengenyam pendidikan

“tapi kalau dibawa pulang mereka tidak bisa melanjutkan kuliah ?” tanya Najwa Shihab ke Lukas Enembe

Rupanya niatan Lukas Enembe sudah berbentuk menjadi sebuah rencana

Betapa tidak, menurut Lukas Enembe pihaknya akan menyiapkan tiga universitas negeri di Papua

Malah akan ada satu universitas yang akan dijadikan sebagai penampungan mahasiswa Papua dari berbagai wilayah

“kami sudah sepakat untuk masukkan tiga universitas disana itu yang akan kita bicarakan besok,

kalau memungkin pmj sudah menawarkan satu universitas untuk penampungan,” kata Lukas Enembe

Najwa Shihab lantas mengatakan bila mahasiswa Papua dipulangkan, akan semakin menjauhkan warga Papua dengan masyarakat Indonesia lainnya

“tapi nanti jadi tambah tidak dekat dengan saudara lain kalau dibawa pulang ke Papua,” kata Najwa Shihab

Lukas Enembe kemudian menekankan bahwa rencana memulangkan mahasiswa Papua bila kondisinya tidak aman

“ndak, kalau tidak aman, pasti saya bawa pulang,” kata Lukas Enembe

“Saya kira itu wajar,” timpal Sekjen Federasi Kontras Andy Junaedi

Lenis Kogoya yang duduk di samping Lukas Enembe seperti gelagapan mendengar pernyataan Gubernur Papua

Lenis Kogoya pun sempat meminta maaf pada penonton Mata Najwa

“kami orang gunung itu biasa seperti itu, mohon maaf, tadi kakak bukan marah, tenang aja,” kata Lenis Kogoya

“situasi, kami sudah putuskan seperti itu,” timpal Lukas Enembe

Najwa Shihab kembali menekankan bahwa rencana Lukas Enembe untuk memulangkan mahasiswa Papua dilakukan bila negara sudah tidak aman

“kalau tidak aman, tapi kalau negara menjamin, negara memberikan perlindungan, sudah ada permintaan maaf, akan dibangun asrama gabungan,” kata Najwa Shihab

Lenis Kogoya kemudian menjelaskan sudah ada tiga rekomendasi untuk mahasiswa Papua di Jawa Timur, khususnya di Surabaya

Pertama, kata Lenis Kogoya, Pemerintah Jawa Timur rencananya akan membangun asrama mahasiswa nusantara

Dalam asrama mahasiswa nusantara itu, mahasiswa Papua akan digabung dengan mahasiswa dari berbagai wilayah lain

“contoh yang kami sudah kordinasikan khususnya di Surabaya ada tiga rekomenasai

satu, bangun asrama nusantara, disitu akan melengkapi fasilitas, olahraga, belajar, disitu akan kementerian sosial akan beri kartu non tunai, kasih beasiswa,” jelas Lenis Kogoya

Menurut Lenis Kogoya, Menteri Dalam Negeri juga akan melakukan mediasi untuk setiap wilayah membuat MoU

“menteri dalam negeri akan mediasi untuk MoU bersama Gubernur Papua, Papua Barat dengan Gubernur Jawa Timur, nanti semua provinsi dimana mahasiswa ada akan ada MoU semua,” jelas Lenis Kogoya

Terakhir, Lenis Kogoya menjelaskan nantinya akan ada pertukaran CPNS

“akan ada pertukaran cpns, dari Papua bisa kerja di Jawa, dari jawa bisa kerja di Papua, kecuali ada alumni masing-masing, misal di Surabaya dia berarti kerja dulu disana, atau ada jatah kasih orang paapua disitu.

seperti di Jakarta disini, istana, kementrian, sampai sekarang banyak anak papua banyak ada di dalam, semua provinsi anak papua,itulah namnya bhinneka tunggal ika,” kata Lenis Kogoya

 

 

tribunpekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares