Scroll to Top

BI dongkrak UMKM dan ekonomi syariah Batam

By Redaksi Sijoripost / Published on Sabtu, 14 Apr 2018 17:34 PM / No Comments / 70 views

Batam, Sijoripost.com – Bank Indonesia mendongkrak bisnis 27 kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Batam,Kepulauan Riau.

Caranya adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi, menyediakan ruang usaha bersama, bimbingan teknis serta pendampingan usaha.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityswara, berdasarkan siaran pers Bank Sentral, Sabtu, menyatakan peningkatan kapasitas UMKM di Batam adalah untuk memperkuat sektor penggerak ekonomi kawasan sehingga dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan dan seimbang.

Bank Sentral menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional di 2018 dapat mencapai rentang 5,1-5,5% setelah hanya tumbuh 5,07% pada 2017.

“Ini merupakan penyediaan sarana produksi, penyediaan ruang usaha bersama di lokasi strategis bagi UMKM. Diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi ekonomi daerahnya,” kata Mirza.

Dalam kesempatan itu, BI juga berupaya mengembangkan ekonomi syariah di Batam dengan menyalurkan bantuan pengolahan sampah dan air minum dalam kemasan (AMDK) kepada Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Batam.

Mirza mengatakan pengembangan ekonomi syariah dapat dilakukan dengan mendorong penciptaan lini usaha produktif dari komunitas-komunitas seperti pesantren.

“Terdapat data 28 ribu pesantren di Indonesia dan santrinya 4 juta. Itu terkait pesantren. Salah satu contoh saja bagiamana kita melakukan pencontohan pengolahan sampah menjadi produktif. Ini memang kita terus dorong supaya ekonomi syariah dan konvesional berjalan sendiri dan semakin pesat,” ujar Mirza.

Bantuan kepada FKPP dan pengembangan UMKM itu termasuk dalam Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).Melalui PSBI ini, lanjut Mirza, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi ekonomi daerahnya.

“Ini sesuatu bisa jadi pengembangan ekonomi syariah, salah satu contohnya adalah pesantren ini untuk mengolah sampah yang enggak guna jadi suatu nilai ekonomi dan menjadi kegiatan ekonomi di pesantren,” kata dia.

Okezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares