Scroll to Top

Bolu Berendam Inhu Raih Penghargaan API

By Fitri Laurencia / Published on Jumat, 24 Nov 2017 12:34 PM / No Comments / 103 views
Indragiri Hulu (Inhu) punya makanan khas tradisional yang unik dan dikenal dengan nama Bolu Berendam. Kue khas Inhu ini adalah salah satu sajian mewah bagi masyarakat Inhu umumnya dan Rengat khususnya.

Rengat, Sioripost.com – Bolu berendam, makanan khas Indragiri Hulu (Inhu) kembali meraih penghargaan.

Kali ini bolu berendam meraih penghargaan sebagai makanan tradisional terpopuler pada Anugrah Pesona Indonesia (API) yang diadakan oleh situs ayojalanjalan.com dan mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Inhu, Armansyah melalui Kepala Bidang Pariwisata, Ahmad Fahmi menjelaskan bolu berendam mendapat sekitar 37,4 persen dari keseluruhan voting yang masuk.

“Kita mendapat 37,4 persen dari sekitar 22 ribu lebih voting. Dan peroleh itu menempatkan kita pada tiga besar,” kata Fahmi ketika dikonfirmasi dalam perjalanannya menuju Jakarta untuk menjemput penghargaan tersebut, Jumat (24/11/2017).

Fahmi juga menjelaskan bahwa sementara itu, belum bisa dipastikan posisi terkahir bolu berendam dalam kumpulan tiga besar tersebut.

Hanya saja hingga pada tanggal 30 Oktober 2017 atau tepatnya sehari sebelum penutupan voting, bolu berendam menempati urutan pertama.
Katanya penghargaan ini merupakan yang kedua kalinya diterima.

Setelah sebelumnya, Inhu juga menerima penghargaan dari rekor MURI setelah berhasil membuat 100 ribu bolu berendam yang dibagikan saat pelaksanaan MTQ di Desa Kampung Pulau beberapa waktu lalu.

Bolu Berendam merupakan makanan khas tradisional yang unik dari Indragiri Hulu (Inhu). Kue khas Inhu ini adalah salah satu sajian mewah bagi masyarakat Inhu umumnya dan Rengat khususnya.

Ahmad Fahmi, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Pemuda dan Pariwisata (Disporapar) menjelaskan bolu berendam merupakan sajian istimewa bagi pengantin.

“Bolu berendam ini adalah salah satu dari lima jenis makanan pengantin yang disajikan,” kata Fahmi.

Tidak hanya momen pernikahan, namun bolu berendam juga menjadi sajian khas pada saat lebaran.

Umumnya masyarakat asli yang tinggal di Kampung Seberang dan Kampung Pulau di Kecamatan Rengat juga menyajikan makanan khas ini kepada para tamu. Selain di Rengat, kata Fahmi sebagian masyarakat di Air Molek juga menghidangkan bolu berendam pada momen tertentu.

Memang momen-momen langka penyajian bolu berendam, membuat kue yang umumnya berwarna kuning dan orange ini begitu istimewa bagi masyarakat Inhu.

Cita rasa manis bolu berendam tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kuliner.
Berbeda dengan kue bolu umumnya, saat penyajiannya bolu berendam dibiarkan basah.

Meski begitu, tidak merubah struktur kue tersebut. Kata Fahmi, memang dibutuhkan teknik khusus untuk membuat bolu berendam termasuk saat pembakarannya.

Keunikan bolu berendam tersebut menimbulkan pertanyaan soal unsur mistis yang terkandung saat pembuatannya, namun Fahmi enggan memastikan soal ini.

Namun yang pasti, makanan khas Inhu ini kian langka dikarenakan tidak banyak generasi muda yang mengerti cara membuatnya.

Hal ini dibenarkan melalui pernyataan Fahmi yang menyebutkan bahwa pembuatnya merupakan kalangan orang tua yang sudah berusia lanjut.

Oleh karena itu, Disporapar saat ini berusaha menghidupkan semangat di tengah generasi muda untuk belajar membuat bolu berendam guna pelestariannya.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares