Scroll to Top

Demi perkembangan perekonomian di desanya, Dua Camat di Riau minta dibangunkan jembatan dan jalan

By Redaksi Sijoripost / Published on Senin, 01 Okt 2018 22:28 PM / No Comments / 71 views
Anggota DPRD Riau,  Huzaimi Hamidi ketika bertemu dengan Camat di Rohil dan Rohul.

Pekanbaru, Sijoripost.com – Demi perkembangan perekonomian masyarakat di wilayahnya, Camat Pujud, Rokan Hilir bersama Camat Kepenuhan, Rokan Hulu bertekad akan membangun jembatan sepanjang 60 meter yang menghubungkan kedua wilayah yang berada diperbatasan kedua Kabupaten.

“Pada intinya kita datang ke dewan adalah meminta dukungan dewan terhadap pembangunan jembatan dan jalan di daerah kami,” kata Hasyim, Camat Pujud kepada wartawan, Senin (01/10/18).

Jembatan dan jalan yang dimaksud nantinya akan menghubungkan Desa Air Hitam, Pujud dan Desa Rantau Benuang Sakti, Rokan Hulu. Kedua desa tersebut termasuk desa perbatasan antar kedua kabupaten.

“Kalau jembatan dan jalan dibangun, maka akan memudahkan akses kami, perekonomian masyarakat akan meningkat. Desa kami bisa dikatakan sebagai salah satu desa yang terisolir di Riau,” ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, jika ingin ke desa Air Hitam, maka akan membutuhkan waktu sekitar tiga jam dari Desa Rantau Benuang Sakti yang dianggapnya, satu-satunya akses yang bisa ditempuh dengan durasi waktu yang tidak lama.

Hal yang sama juga dikatakan Tengku Habrizal, Camat Kepenuhan. Orang nomor satu di Kecamatan Kepenuhan ini katakan, pihaknya sudah bertemu Dinas PUPR Riau.

“Tentunya apa yang kami harapkan, bisa terwujud nantinya dalam APBD Riau tahun 2019,” harapnya.

Sementara itu, Husaimi Hamidi, anggota DPRD Riau dari Rokan Hilir menyambut baik keinginan dari camat tersebut. Ia berjanji akan memperjuangkannya.

“Nanti rencananya saya akan bertemu langsung dengan bupati Rokan Hilir, berharap mereka menyiapkan perencanaannya, sebagai dasar untuk masuk dalam APBD Riau,” jawabnya.

Huzaimi juga menambahkan bahwa jembatan yang sepanjang 60 meter tersebut diperkirakan akan menghabiskan biaya sebanyak 30 milliar.

Diketahui, saat ini dua desa tersebut kesulitan dalam menjual buah sawit dikarenakan lokasi yang sulit untuk di lalui. (spc1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares