Scroll to Top

Dibalik Tarik Ulur Kepulangan Rizieq Shihab

By Redaksi Sijoripost / Published on Senin, 12 Jun 2017 05:19 AM / No Comments / 165 views
Habib Riziq dan Firza Husein

JAKARTA, SIJORIPOST.COM – Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kini menjadi orang yang paling ditunggu-tunggu kepulangannya ke Tanah Air, sejak Polri menetapkan dia sebagai tersangka kasus dugaan pornografi.

Rizieq sudah lama umrah ke Tanah Suci. Dia berangkat umrah pada 25-26 April. Pada 5 Mei, ia singgah di Malaysia dan tidak lama kembali terbang ke Arab Saudi.

Rizieq kemudian jadi tersangka pada 29 Mei 2017 kasus dugaan pornografi berupa chat seks dengan wanita yang diduga Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein.

Keberadaan Rizieq di Tanah Suci disebut-sebut, selain beribadah juga untuk menenangkan kondisi di Tanah Air akibat kasus yang menimpanya.

Menurut Rizieq, kondisi akan memanas jika dia berada di Indonesia, karena umatnya yang tidak terima dengan tuduhan polisi akan murka. Bukan menghindar dari kasus pornografi.

“Bukan kami menghindari. Ini kan kasus yang sangat politis dan cenderung sebagai kriminalisasi ulama,” tutur Ketua Bantuan Hukum FPI sekaligus pengacara Rizieq, Sugito Atmo Pawiro, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

“Yang saya dengar begitu, bahwa Habib (Rizieq) mau konsentrasi ibadah sajalah dari pada hiruk-pikuk yang tidak produktif. Ini sudah kriminalisasi dan pemaksaan kehendak,” Sugito menegaskan.

Kepulangan Rizieq ke Tanah Air bukan saja dinanti-nantikan polisi, tapi juga masyarakat yang tak sabar menunggu kejelasan kasus ini. Rizieq diminta masyarakat pulang ke Indonesia jika memang tidak bersalah.

Seperti yang diungkapkan dokter Fiera Lovita asal Bukittinggi, Sumatera Barat, yang meminta Rizieq kembali ke Tanah Air jika memang dia tidak bersalah.

Namun, ungkapan dokter Lovita di Facebook itu justru mengundang kasus kekerasan yang kini marak terjadi, persekusi. Sang dokter mendapat ancaman dan intimidasi akibat ungkapannya di media sosial itu, hingga ia harus dievakusi ke Jakarta.

Tak hanya dialami dokter Lovita, bocah berumur 15 tahun berinisial M di Cipinang Muara, Jakarta Timur, juga baru-baru ini menjadi korban persekusi, yang disebut-sebut akibat menyudutkan Rizieq di Facebook.

Sejumlah orang yang diduga anggota FPI mengintimidasi terhadap M dan juga keluarganya. Dia pun mengalami penganiayaan hingga akhirnya kasus ini ditangani Polda Metro Jaya.

Belakangan, Rizieq dikabarkan akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Pengacaranya menyebut Rizieq akan pulang ke Indonesia pada 12 Juni 2017.

“Iya pulang 17 Ramadan, kan dari awal ada keinginan pulang,” ujar Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif kepada Liputan6.com, Sabtu 3 Juni 2017.

Menurut Slamet, lima juta orang akan menyambut kedatangan Rizieq. “Yang pasti lima juta umat siap sambut. Ini sudah disampaikan oleh KH Husni Thamrin,” ujar dia.

Namun baru-baru ini, Rizieq dikabarkan batal pulang ke Indonesia pada 12 Juni 2017. Seperti yang diungkapkan pengacara Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro.

“Habib tidak jadi pulang 12 Juni,” kata Sugito, Rabu 7 Juni 2017.

Saat ini, Rizieq tengah mengurus izin perpanjangan tinggal di Arab Saudi. “Saat ini sedang mengajukan visa long stay ke Arab Saudi,” kata Sugito.

Pengacara lainnya, Kapitra Ampera mengungkapkan bahwa Rizieq mendapat perpanjangan visa selama satu tahun dari pemerintah Arab Saudi.

“Visa khusus kunjungan, bukan long stay, visa dia bebas keluar masuk kapan aja,” ujar Kapitra saat dikonfirmasi, Minggu (11/6/2017).

Kapitra menjelaskan visa khusus tersebut sudah didapatkan Rizieq sejak sebulan yang lalu. Sehingga kliennya bisa kapan saja tinggal di Arab Saudi.

“Udah dapat sebulan yang lalu,” ungkap dia.(l6c)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares