Scroll to Top

Sugeng Pranoto dituding bohongi rekan bisnis investasi BBM

By Fitri Laurencia / Published on Rabu, 07 Feb 2018 19:00 PM / No Comments / 74 views
Anggota DPRD Riau, Sugeng Pranoto dikeroyok oknum TNI dan sipil, Kamis lalu (foto tribunpekanbaru)

Pekanbaru, Sijoripost.com – Salah seorang warga Jalan Imam Munandar, Edy Rantau mengaku telah dibohongi oleh salah seorang anggota DPRD Riau, Sugeng Pranoto, terkait sebuah bisnis investasi BBM pada tahun 2010 lalu.

Bersama anaknya, Edy Rantau datang ke DPRD Riau untuk bertemu Sugeng pada Rabu (7/2). Namun Sugeng sedang tidak ada di kantor pada Rabu tersebut.

Namun sudah beberapa lama, uang tersebut menurutnya tidak kunjung ada informasinya. Akibatnya, menurut dia anaknya tak bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, atau berhenti kuliah, ia pun juga sudah sakit-sakitan dan kesulitan untuk berobat.

“Jika uang sebanyak Rp 170 juta itu dikembalikan oleh Sugeng Pranoto, tentu kuliah anak saya tetap berlanjut, bisa buat modal usaha, dan pengobatan saya sakit selama ini,” tutur Edy.

Sementara itu, Nanda selaku anak Edy Rantau menyampaikan, dirinya kesal dengan Sugeng yang sudah berkali dimintai uang tersebut, namun ia mengelak.

Pernah pada tahun 2014 lalu, Sugeng menandatangani perjanjian untuk membayarkan uang Investasi tersebut, dan paling lambat dibayarkan 30 Desember 2014, jika terlambat membayarkan, maka dalam surat tersebut Sugeng bersedia diproses secara hukum.

“Kami sudah seperti pengemis meminta uang kami sendiri kepadanya. Pedahal dia anggota dewan yang aktif, kenapa bisa tega buat seperti begitu pada kami,” tuturnya.

Sementara itu, Sugeng Pranoto yang dikonfirmasi Tribun pada Rabu sore mengakui dulunya ada perjanjian investasi dengan orang yang bersangkutan.

“Namun yang namanya Investasi, kadang beruntung kadang rugi, itu bisa terjadi, tidak mungkin untung terus,” kata Sugeng kepada Tribun.

Dia juga mengaku, sudah membayarkan uang tersebut kepada yang bersangkutan. “Bahkan yang saya beri sudah lebih dari modal yang dikasihnya awal,” tuturnya.

Ditanya soal surat perjanjian yang pernah ia tandatangani pada tahun 2014, Sugeng juga mengakui hal tersebut, namun menurutnya ia dibawah tekanan saat itu. “Namun yang jelas dalam perjanjian tersebut tidak ada kata hutang, yang harus saya bayarkan,” ujarnya.

“Saya saat itu berada di bawah tekanan, mereka bawa-bawa orang TNI, saya terpaksa menandatangani itu. Saya biar cepat pulang saja, karena saat itu lagi puasa dan saya buru-buru mau buka puasa. Biar bisa cepat pulang, saya tandatangani saja,” ulasnya.

Ia juga menambahkan, ia juga pernah melaporkan yang bersangkutan ke pihak kepolisian, dan kedepan menurutnya akan ditindaklanjutinya.

“Saya sebelumnya agak sudah lupa, sekarang saya bersemangat lagi untuk menindaklanjuti, karena dulu saya kan pernah dipukuli, karena masalah ini, yang bersangkutan menyuruh anggota TNI memukuli saya,” ujarnya.

tribunpekanbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares