Scroll to Top

Dimalaysia, Ibu Tak Bermoral Paksa Anak Tonton Adegan Seks Bersama Selingkuhan

By Redaksi Sijoripost / Published on Minggu, 17 Des 2017 15:14 PM / No Comments / 177 views
Ilustrasi

Sijoripost.com – Orang tua seharusnya melindungi anak-anaknya dari bahaya.

Namun, ibu yang satu ini tega memaksa anak-anaknya untuk melihat dirinya melakukan hubungan seksual dengan sang kekasih.

Wanita tersebut telah berselingkuh.

Dilansir dari Worldofbuzz.com, wanita berusia 35 tahun itu mengundang pacarnya yang berusia 46 tahun untuk datang ke rumahnya, di wilayah Suangai jelok, Kajang, Malaysia.

Mereka berhubungan gelap sejak bulan September.

Sang suami tak curiga lantaran sedang tidak berada di rumah.

Sang suami sedang merawat ibunya yang sakit.

Alhasil, situasi tersebut dimanfaatkan oleh sang istri untuk mengundang pacarnya datang ke rumah.

Wanita tersebut tinggal bersama ketiga anaknya.

Ia memaksa anaknya yang berusia 6 tahun menyaksikan dirinya bercinta dengan sang pacar.

Wanita itu juga melakukan tindakan yang tidak baik pada kedua anaknya yang lain.

Perbuatan tak bermoral tersebut akhirnya terbongkar, setelah tetangga memberitahu kepada suami si wanita terkait apa yang sebenarnya sudah terjadi.

“Suaminya diberitahu oleh anaknya yang berusia 11 tahun jika ibu mereka telah membawa pria lain ke rumah dan sering memaksa adik-adiknya untuk melihat adegan bercinta. Peristiwa ini pun menyebabkan anak bungsunya trauma” kata Kajang OCPD Asst Comm, Ahmad Dzaffir Mohd Yusoff.

Suami yang marah akhirnya melaporkan sang istri dengan pria selingkuhan ke polisi pada 23 November.

Polisi pun ahirnya menangkap pasangan tak bermoral itu di sebuah rumah makan di Jalan Semenyih Sentral, Semenyih Kamis (14/12) sekitar pukul 19.30 malam.

Kasus ini akan diselidiki berdasarkan undang-undang pelanggaran seksual terhadap anak.

Pasalnya, peristiwa tersebut menyebabkan seorang anak menonton orang dewasa melakukan adegan seksual.

Jika terbukti bersalah, wanita dan pacarnya tersebut terancam hukuman penjara selama 10 tahun dan didenda maksmal RM 20.000. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares