Scroll to Top

Foto pembunuh ikan pari air tawar raksasa membuat kelompok pecinta alam marah

By Redaksi Sijoripost / Published on Minggu, 17 Mei 2020 13:08 PM / No Comments / 61 views

Malaysia, Sijoripost.com – Sekelompok penduduk setempat konon adalah orang-orang Sarawak yang berpose dengan ikan pancing di kabupaten Lundu di Sarawak selatan.

MIRI: Gambar di media sosial menunjukkan sekelompok orang yang berpose dengan gembira sementara dalam proses penyembelihan ikan pari raksasa air tawar telah memicu kemarahan di kalangan pecinta alam.

Star menerima foto-foto tindakan kejam yang dikatakan terjadi di suatu tempat di distrik Lundu di Sarawak selatan.

Foto-foto itu memperlihatkan beberapa pria menusukkan kait ke dalam ikan pari besar yang memenuhi ukuran seluruh kapal.

Orang-orang itu terlihat menginjak ikan pari dengan satu memegang pisau daging.

Foto-foto lain menunjukkan para lelaki berfoto dengan berbaring di atas makhluk itu.

Ikan pari air tawar raksasa terancam punah. Mereka hidup bersembunyi di dasar sungai di Asia Tenggara dan dapat tumbuh sebesar mobil kecil.

Informasi yang diterima oleh The Star adalah bahwa ikan pari ini memiliki berat setidaknya 280kg dan berukuran setidaknya empat meter dari kepala ke ekor.

“Ikan pari itu ditangkap oleh beberapa nelayan Sarawak setempat di Muara Sungai Lundu di Kabupaten Lundu pada Kamis sore,” kata informan.

Para pecinta alam menyatakan kemarahannya atas pembunuhannya.

Dr Uma Devi, yang merupakan penganjur kebaikan terhadap hewan dan ekosistem, mengatakan tindakan kejam itu memuakkan.

“Bukan saja mereka dengan kejam menyebabkan penderitaan pada ikan pari, tetapi mereka bahkan berpose untuk foto.

“Apakah ada yang bisa dibanggakan karena melakukan tindakan tidak manusiawi seperti itu?” dia bertanya.

Seorang netizen, Enjila, mempertanyakan perlunya membunuh raksasa sungai dan laut yang lembut ini.

“Sangat sedih melihat pembunuhan terang-terangan dan tidak masuk akal dari makhluk-makhluk indah yang harus dibiarkan begitu saja,” katanya.

Reporter ini telah meneruskan gambar dan informasi kepada Sarawak Forestry Corporation, Sarawak Society for Prevention of Cruelty to Animals dan Malaysia Nature Society di negara bagian.

 

 

the star

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares