Scroll to Top

Giat operasi rutin, Satpol PP jaring 12 orang di Pantai Kencana satunya pelajar SMP

By Redaksi Sijoripost / Published on Rabu, 14 Feb 2018 21:07 PM / No Comments / 85 views
Kepala Satpol PP Kabupaten Natuna, Dedy Nuryadi.

Natuna, Sijoripost.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Kasatpol PP ) Kabupaten Natuna Dodi Nuryadi menggelar giat patroli rutin, guna mengantisipasi dan mengurangi tingkat kenakalan remaja dan penyakit masyarakat ( Pekat ) di Kabupaten Natuna yang mulai memprihatinkan.

Giat patroli rutin yang digelar siang dan malam hari, yang lebih difokuskan kepada Pengendalian, Pembinaan, Penyuluhan, dan Pengawasan.

” Kita lebih memfokuskan untuk Pengendalian, Pembinaan, Penyuluhan, dan Pengawasan, Apabila ditemukan pelanggaran, maka akan dilakukan penindakan,” ungkap Dodi saat ditemui media ini diruang kerjanya rabu (14/2/2018).

Sebelumnya sabtu (10/2/2018) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Natuna melaksanakan patroli rutin,dengan menyisir sejumlah tempat dan fasilitas umum ( Fasum ) yang kerap dijadikan sebagai tempat untuk mengkonsumsi minuman keras ( Miras ) dan komix.

Kasatpol PP Natuna Dodi Nuryadi mengatakan, Satpol PP berhasil mengamankan sejumlah pelajar dan 2 orang pekerja swasta sedang mengkonsumsi miras dan komix, dalam patroli yang digelar sabtu kamaren.

” Sekitar pukul 12 malam di Pantai Kencana, Kita mengamankan 9 orang pelajar ( salah satunya pelajar SMP ) dan 2 orang pekerja swasta pada pukul 03 dini hari masih di lokasi yang sama, totalnya ada 12 orang,” ucapnya

Dodi menyampaikan, untuk menindaklanjuti permasalahan kenakalan remaja dan penyakit masyarakat ini, pihaknya ( Satpol PP ) tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan kerjasama serta sinergitas dari pihak-pihak terkait.

” Kita gak bisa kerja sendiri, untuk itu kita melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan FKPD dan instansi terkait,” ucapnya menjelaskan.

Dodi menambahkan,pihaknya juga akan melakukan pengarahan dan penyuluhan kesekolah-sekolah dengan melibatkan Dinas kesehatan, Dinas Sosial, dan KPAI, untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai dampak buruk bagi kesehatan dan efek yang di timbulkan karna mengkonsumsi minuman keras dan komix.

” Pada saat memberikan pengarahan dan penyuluhan disekolah-sekolah, Kita bukan hanya berbicara soal penegakan Perdanya ( Peraturan Daerah),tapi juga memberikan pemahaman tentang dampak buruk bagi kesehatan dan efek yang akan di timbulkan karna mengkonsumsi miras dan komix secara berlebihan,” imbuhnya.(spc6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares