Scroll to Top

Google Doodle Hari ini, Perayaan Global di Desember

By Fitri Laurencia / Published on Senin, 25 Des 2017 18:17 PM / No Comments / 66 views
google doodle

Sijoripost.com – Google doodle hari ini Senin (25/12/2017) menggambarkan Perayaan Global di bulan Desember 2017 yang tentunya erat bersinggungan dengan musim liburan akhir tahun.

Dalam doodlenya, Google mengilustrasikan dua anak pinguin yang sedang menelepon keluarganya yang dikisahkan tinggal berjauhan.

Si anak pinguin tinggal di tempat bersalju, sedangkan orang tua mereka di daerah tropis.

Pada slide kedua, si anak pinguin bersiap-siap pulang kampung dan ditutup dengan ilustrasi foto keluarga mereka beserta deretan tanggal kalender yang ditandai pada 18, 25, 31 dan tanggal 1 Januari 2018.

Google doodle ini bertujuan untuk menyambut liburan Natal yang jatuh pada 25 Desember yang juga berdekatan dengan libur akhir tahun 31 Desember dan menyambut tahun baru 1 Januari 2018.

Dari mana sesungguhnya tradisi atau kebiasaan-kebiasaan pada perayaan global di bulan Desember tersebut muncul? Berikut ini sejumlah penjelasan asal mula sejumlah tradisi Natal:

1. Pohon Natal

Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat Kristen meyakini bahwa pohon cemara yang kehijauannya bertahan sepanjang tahun depat mengusir roh jahat yang datang.

Keyakinan ini diduga menjadi asal mula digunakannya pohon cemara saat Natal sebagai salah satu perayaan global di bulan Desember.

Sementara tradisi menghias pohon cemara diduga berasal dari Jerman.

Ada yang beranggapan bahwa tradisi menghias pohon Natal secara spesifik dimulai pada abad ke-16 oleh teolog Jerman Martin Luther yang memasang lilin di pohon.

Sekalipun banyak yang menentang anggapan tersebut, kebiasaan ini menjadi tradisi yang dilakukan di seluruh Jerman pada era 1800-an dan menjadi tradisi dunia mulai tahun 1900-an.

2. Christmas wreaths

Zaman dahulu, orang Roma biasa memberi ranting pohon sebagai hadiah menjelang tahun baru sebagai perayaan global di bulan Desember.

Harapannya, orang yang menerima ranting tersebut akan dikaruniai kesehatan dan kebahagiaan.

Seiring berjalannya waktu, ranting tersebut menjadi berbentuk lingkaran dan diasosiasikan sebagai lambang penderitaan dan kemenangan Kristus.

Ada juga yang beranggapan bahwa Christmas wreath yang terbuat dari tanaman holly dengan daun yang memiliki sudut-sudut runcing melambangkan mahkota duri yang dikenakan Yesus saat disiksa hingga disalibkan.

3. Sinterklas
Tokoh Sinterklas yang dikenal dunia sebagai ikon Natal itu terinspirasi dari Santo Nikolas, orang kudus yang pernah menjadi uskup di Myra, Turki.

SantoNikolas dikenal sebagai pelindung anak-anak serta suka memberi pertolongan kepada yang membutuhkan.

Orang-orang Belanda menyebutnya dengan Sinterklaas.

Pada abad ke-18, Sinterklaas diperkenalkan pada orang Amerika dan lahirlah tokoh Santa Klaus melalui sebuah puisi karya penulis Amerika pada tahun 1823 berjudul “A Visit from St.Nicholas” (Kunjungan dari Santo Nikolas).

Dalam puisinya, sang penulis, Clement Clarke Moore, menggambarkan Santo Nikolas sebagai pria riang yang berjanggut dan mengenakan pakaian merah serta mengendarai kereta luncur yang ditarik rusa. Demikian dilaporkan London Evening Standard.

4. Bertukar hadiah
Kebiasaan bertukar hadiah pada hari Natal dilakukan sebagai bagaian dari peringatan kelahiran Yesus.

Saat Yesus lahir di Betlehem, tiga orang bijak dari timur mengikuti petujuk bintang untuk menemukan Yesus.

Merekamembawa persembahan berupa emas, mur, dan kemenyan. Persembahan inilah yang diperingati dengan bertukar hadiah untuk merayakan Natal.

5. Istilah X-mas
Banyak yang mengira bahwa istilah X-mas merupakan kependekan dari kata Christmas.

Padahal, sesungguhnya huruf X pada istilah X-mas berasal dari kata Χρήστος dalam bahasa Yunani yang berarti Kristus.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares