Scroll to Top

Ingin kembangkan Batik Riau, Dekranasda Kampar kirim empat warganya

By fadjar / Published on Jumat, 25 Mei 2018 14:46 PM / No Comments / 30 views
Dekranasda Kabupaten Kampar terus beusaha mengembangkan batik khas daerah. Eampat warga dari Serambi Makkahnya Riau ini dikirim untuk belajar di Rumah Batik Andalan binaan Community Development PT RAPP (riauterkini)

Pangkalan Kerinci, Sijoripost.com – Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar ingin mengembangkan batik khas Kampar. Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Kabupaten Kampar, Ibrahim MSi mengatakan hal ini dilakukan agar melestarikan batik Melayu yang ada di Riau.

“Kami mengirimkan empat warga Kampar untuk belajar Batik di Rumah Batik Andalan binaan Community Development PT RAPP. Tujuannya agar nantinya mereka bisa membuat batik khas Kampar,”tutur Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim mengatakan ingin bersinergi dengan RAPP untuk mempromosikan batik. Saat berkunjung ke Rumah Batik Andalan, Rombonhan Dekranasda Kampar tampak antusias melihat proses pembuatan batik. Ia melihat satu persatu proses pengerjaan batik dari mencanting hingga mewarnai. Kemudian ia juga sempat berbincang-bincang dengan pembatik yang sedang bekerja di sana.

“Kami juga ingin meningkatkan perekonomian warga dengan batik ini,setelah belajar di Rumah Batik Andalan RAPP, mereka bisa membuat batik dan menjualnya sehingga bisa memperoleh pendapatan untuk keluarga mereka,” tutur Ibrahim saat di Rumah Batik Andalan Community Development RAPP.

Turut Hadir Bendahara Dekranasda Kampar, Secha Dillon dan Ketua Ikatan Wanita Riau Andalan (IWARA) Azrina Rudi Fajar dan Head Empowerment Community Development RAPP.

“Kami sangat senang dengan kedatangan rombongan dari Kampat. Kami juga sangat senang mampu berbagi ilmu dengan ibu-ibu dari Kampar. Kiranya Batik yang akan segera dikembangkan dapat menambah keberagaman batik Provinsi Riau,” ucap CD Manajer RAPP, Sundari Berlian yang didampingi Ketua IWARA, Azrina.

Ia menambahkan saat ini Rumah Batik Andalan telah menghasilkan lima motif batik yang sudah dipatenkan diantaranya Bono, Akasia, Lakum, Timun Suri dan Eukaliptus.

 

riauterkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares