Scroll to Top

Ini respons sekolah terkait kematian Delis yang dicekik mati ayah kandung karna uang studi tur

By Fitri Laurencia / Published on Jumat, 28 Feb 2020 12:12 PM / No Comments / 53 views

Tasikmalaya, Sijoripost.com – Delis Sulistina siswi kelas VII SMPN 6 Tasikmalaya dicekik mati oleh ayah kandungnya BR (45). Pelaku menghabisi anaknya lantaran merengek meminta uang sebesar Rp 400 ribu untuk ikut studi tur di sekolah.
Wakil Kepala SMPN 6 Tasikmalaya Saepuloh membenarkan ada rencana studi tur tersebut. Namun untuk kelas VII istilahnya outing class yang akan dilaksanakan 5 Maret 2020. Dia mengatakan kegiatan itu merupakan program sekolah dan sudah berlangsung setiap tahun dan tidak bersifat wajib.

“Outing Class itu sesuai dengan program sekolah, itu sifatnya kegiatan-nya tidak wajib, jadi malah ada subsidi silang bagi siswa berprestasi dan tak mampu tapi berprestasi, itu dikasih pihak sekolah,” kata Saepuloh kepada wartawan Jumat (28/2/2020).

Saepuloh menjelaskan di sekolah ada 2 program serupa. Yakni untuk kelas VIII berupa studi tur ke Yogyakarta dan kelas VII itu outing class ke Bandung. Namun kegiatan itu tak semua diikuti oleh para siswa.

“Seperti studi tur dari peserta 300 siswa, yang ikut 150 siswa, itu indikasi sekolah tidak menekan. Untuk outing class dsri 352 siswa yang ikut sampai hari ini 170 siswa,” jelasnya.

Menurut Saepuloh, biaya outing class tersebut sebesar Rp 390 ribu. Jumlah tersebut telah disepakati oleh orang tua siswa dan komite melalui rapat sebelumnya. Biaya tersebut digunakan untuk akomodasi, konsumsi dan berkunjung ke tempat beberapa tempa yang memiliki nilai sejarah di Bandung.

“Pelaksanaannya juga pada jam sekolah bukan Sabtu-Minggu. Siswa yang tak ikut tetap belajar di sekolah. Yang ikut belajar di Bandung menambah wawasan. Tidak mewajibkan, dalam pelaksanaan diwajibkan itu melanggar,” tegas dia.

Dengan adanya kejadian ini, Saepuloh mengaku akan mengevaluasi kegiatan di sekolahnya untuk semua bidang. Tak hanya kegiatan outing class tapi secara menyeluruh. Meski untuk tahun ini, outing class yang akan dilaksanakan 5 Maret mendatang tetap diadakan. Ia menegaskan bahwa kegiatan itu tidak memaksa.

“Imbauan kepada siswa dan orang tua untuk pelajaran berikutnya. Ketika ada rapat, sebagai bahan bahwa yang tidak siap jangan memaksakan. Studi tur itu untuk menambah wawasan pembelajaran di luar kelas,” ucap dia.

Ia berterimakasih kepada kepolisian yang berhasil mengungkap kasus kematian Delis. Sehingga hal ini menjadi jelas dan pihak sekolah juga perlu menjelaskan ke publik. Mengingat korban adalah siswi SMPN 6 Tasikmalaya dan mayat korban ditemukan di depan sekolah.

Diberitakan sebelumnya, dalam kurun waktu satu bulan, Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap misteri kematian Delis (13) siswi kelas VII SMPN 6 Tasikmalaya, yang mayatnya ditemukan di gorong-gorong depan sekolahnya. Polisi menyebut pelakunya adalah ayah kandungnya berinisial BR (45).

“Alhamdulillah bisa kami ungkap kasusnya bahwa tersangka atas nama BR (45), sudah kami amankan. Tersangka ini ialah ayah kandung dari korban,” ujar Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto saat rilis di Mapolres Tasikmalaya Kota, Kamis (27/2/2020).

detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares