Scroll to Top

Jembatan penghubung Desa Tanah Datar putus

By fadjar / Published on Minggu, 15 Jul 2018 20:08 PM / No Comments / 36 views
Kades Tanah Datar Dwi Rismawati (hijau biru) bersama warga setempat membangun jembatan darurat di bagian box culvert (kotak gorong-gorong) yang rusak, Jumat (13/7/2018) (riaupos)

Inhu, Sijoripost.com – Jembatan yang melintas di jalan Desa Tanah Datar, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menghubungan Desa Danau Tiga, akhirnya putus. Saat ini telah dipasang jembatan darurat yang hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.

Kerusakan badan jalan yang menghubungkan ke jembatan, putus akibat tergerus air hujan yang terjadi beberapa hari lalu. Kondisi itu terjadi di ujung dan di pangkal jembatan.

Diperkirakan, perbaikan jembatan itu akan berlangsung lama. Hal ini akibat terkendala dana, baik yang bersumber dari APBD Kabupaten Inhu maupun dari alokasi dana desa (ADD) Tanah Datar.

“Sebenarnya bukan jembatan tetapi box culvert dan yang tergerus air hujan adalah badan jalan yang ada di ujung dan di pangkalnya,” ujar Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Kabupaten Inhu Nafriandi ST MEng, Jumat (13/7) siang.

Penanganan jalan putus di ujung dan di pangkal box culvert tersebut lebih diharapkan pihak desa menggunakan dana ADD. Karena penanganan kondisi yang ada saat ini dapat memanfaatkan dana ADD Tanah Datar.

Ketika harus dianggarkan melalui APBD Kabupaten Inhu pada 2018, tentunya harus menunggu pengusulan melalui APBD perubahan 2018.

“Pengusulan melalui APBD perubahan 2018, prosesnya cukup panjang yang harus dibahas di tingkat dewan,” sebutnya.

Sementara Kepala Desa Tanah Datar Dwi Rismawati mengatakan penanganan jalan lebih kepada swadaya. Karena, saat ini ADD 2018 sudah berjalan dan tidak mungkin anggaran yang sudah ada peruntukannya digunakan untuk perbaikan jalan tersebut.

Saat ini, pada jalan yang putus dan untuk menghubungkan ke box culvert telah dipasang beberapa lembar papan. Kondisi yang ada hanya bisa untuk kendaraan roda dua. Sedangkan untuk kendaraan roda empat tetap harus memutar ke arah desa tetangga.

Kalaupun penanganannya harus menggunakan ADD, sambungnya, tentunya harus menunggu tahun anggaran 2019 mendatang. “Di ADD itu tidak bisa memasuk anggaran dalam proses berjalan saat ini,” katanya.

Untuk itu katanya, agar hal ini tidak berlarut-larut, pihak desa bersama warga akan melakukan swadaya dan memulai kerja pada Ahad (15/7) besok. “Pekerjaan awal yakni meluruskan aliran sungai menuju box culvert, agar terjangan air tidak mengarah kepada tebing penahan box culvert,” terangnya.

 

riaupos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares