Scroll to Top

Jembatan Timbang Jadi Tempat Jemuran Kain Warga

By Redaksi Sijoripost / Published on Rabu, 19 Apr 2017 09:44 AM / No Comments / 253 views
Pagar-pagar jembatan timbang Rantau Berangin dijadikan tempat jemuran kain oleh warga karena tidak beroperasi lagi.

KAMPAR, SIJORIPOST.COM – Jembatan timbang yang berada di Rantau Berangin, Kecamatan Kuok, dulu sempat eksis. Namun beberapa tahun terakhir, jembatan timbang ini tak aktif lagi. Bangunannya pun tak terurus. Kini, hanya jadi tempat jemuran kain bagi warga sekitar.

Pantauan Riau Pos pada Selasa (18/4), bangunan jembatan timbangan itu terlihat semrawut. Kotor. Kaca-kacanya menempel debu tebal. Tak terurus. Dinding-dinding bangunan, sudah banyak yang terkelupas. Loteng-lotengnya, juga sudah copot. Bagian dalam bangunan berantakan.

Memang, bangunan ini seperti tak bertuan. Tak hanya bangunan yang tak terurus. Halaman depan bangunan juga begitu. Semak-semak menutupi bangunan itu. Rumput-rumput liar, tumbuh dengan tinggi.

Menurut warga sekitar, tidak beroperasinya jembatan timbang ini sudah hampir empat tahun. Dihentikannya aktivitas di jembatan timbang ini, karena dalam proses pemeriksaan oleh Kejati Riau terkait dugaan pungli di sana. “Mungkin karena ada pungli, jadi jembatan timbangan itu dinonaktifkan,” kata Ros (56), salah seorang pedagang di sekitar jembatan timbangan.

Dulu kata Ros, saat jembatan timbangan masih beroperasi, perekonomian warga di sana hidup. Warung nasinya selalu ramai dikunjungi. Tidak hanya petugas jembatan timbang yang berbelanja di sana, tapi para sopir truk juga sering ke sana. “Ramai di sini dulu. Dagangan kita di sekitar timbangan laris. Sopir-sopir dan petugas, banyak yang berbelanja di sini. Tapi sekarang, sudah sangat sepi,” sebutnya.

Fadly (30) warga lainnya, juga mengeluhkan dengan tidak beroperasinya jembatan timbang ini. Sebab, saat jembatan timbang tidak berfungsi, mobil angkutan barang yang melebihi tonase, bisa dengan bebas masuk. Tak ayal jika jalan-jalan yang dilewati truk banyak yang rusak. “Lihat saja, jalan-jalan menjadi bergelombang. Ini karena mobil-mobil yang kelebihan muatan bebas masuk. Tidak ada lagi penertiban bagi kendaraan yang melebihi tonase,” kata dia.

Warga berharap agar jembatan timbang ini segera diaktifkan. Dengan diaktifkannya jembatan timbang ini, ekonomi masyarakat bisa hidup kembali, kendaraan angutan barang yang melebihi tonase, bisa ditertibkan. Kerusakan jalan akibat kendaraan yang berat, bisa diminimalisir.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau, Azrial mengatakan, saat ini jembatan timbang yang ada di seluruh Provinsi Riau, termasuk jembatan timbang Rantau Berangin, sudah diserahkan pengelolaannya kepada Kementerian Perhubungan.

riaupos.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares