Scroll to Top

Kampoeng Kelinci, Wisata Edukasi dan Kuliner Kelinci di Pekanbaru

By Redaksi Sijoripost / Published on Kamis, 02 Mei 2019 10:29 AM / No Comments / 102 views

Pekanbaru, Sijoripost.com – objek wisata Kampoeng Rabbits, menghadirkan konsep wisata edukasi tentang bagaimana memelihara kelinci yang baik kepada pengunjung yang berwisata. Objek wisata ini terletak di Jalan Kenanga, Kulim Pekanbaru.

Objek wisata yang ditawarkan disini tergolong unik, para pengunjung diperkenankan menyentuh secara langsung kelinci-kelinci yang dilepas secara bebas di dalam kawasan Kampoeng Rabbits.

Selain itu, pengunjung juga bisa memberi makan kelinci dan berfoto dengan sesuka hati bersama kelinci yang ada.Pemilik wisata kelinci, Putriyana, menyebutkan bahwa semua itu berawal dari hobinya merawat kelinci.
Dari sepasang kelinci yang dipeliharanya, hingga saat ini berkembang menjadi 300 ekor.Putriyana menjelaskan, awal dibentuk Kampoeng Rabbits karena adanya lahan kosong sekitar rumah miliknya, serta dana yang mendukung untuk menjadikan objek wisata.

“Awalnya hobi, pelihara sepasang jadi banyak. Karena ada lahan, uang juga memadai makanya kita bentuk Kampoeng Kelinci,” jelasnya, Rabu (1/5/2019).

Berawal dari tahun 2017 lalu, Putri menceritakan dirinya masih konsisten merawat dan menyayangi hewan peliharaannya itu. Bagi Putri memelihara kelinci adalah belajar berkasih sayang, melatih diri untuk mencintai sesama manusia, hewan dan makhluk lainnya.

Selanjutnya, Putriyana juga memaparkan, selain peliharaan kelinci, di kampoeng kelinci juga tersedia sate kelinci. Dimana, pengunjung bisa menikmati wisata sekaligus kuliner yang ada di kawasan Kampoeng Rabbits.

“Selain pelihara kelinci, disini juga ada sate kelinci. Karena terkendala pasokan kelinci, sate kelinci adanya hari Sabtu, Minggu dan tanggal merah,” kata owner Kampoeng Rabbits.

Putriyana menambahkan, untuk harga tiket masuk di wisata Kampoeng Rabbits yakni Rp5.000 untuk anak-anak, Rp10.000 untuk dewasa, dan Rp5.000 untuk membeli makan kelinci bagi yang ingin memberi makan kepada kelinci-kelinci yang dilepas secara bebas.

Untuk kendala yang dihadapi, Putriyana mengatakan banyaknya kucing liar di daerah wisatanya sehingga kelincinya menjadi terkejut dan sakit.

“Di sini banyak kucing liar, kelinci kadang ditakut-takuti ya mereka terkejut lah, kelinci kan tidak boleh kaget,” tambahnya.

Ia berharap, lahan dengan luas seperempat hektar yang diisi dengan wisata kelinci ini dapat terus berkembang dan menginspirasi banyak orang untuk memelihara dan menyayangi kelinci.

“Semoga dapat terus berkembang, jadi bisa terus mengajarkan banyak orang, menginspirasi banyak orang untuk memelihara kelinci,” sebut Putriyana.

 

mcr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares