Scroll to Top

Kebijakan PT CPI dianggap merugikan, Puluhan Security Chevron sambangi DPRD Riau

By Redaksi Sijoripost / Published on Senin, 13 Mei 2019 22:00 PM / No Comments / 813 views

Pekanbaru, Sijoripost.com – Lebih kurang 100 orang Himpunan Pekerja Satuan Pengamanan (HPSP) regional Sumatera operation dibawah naungan CPI mendatangi Kantor DPRD Riau jalan Sudirman Pekanbaru, Senin,(13/5/2019).

Kedatangan HPSP Chevron ke DPRD Riau di ketahui untuk meminta difasilitasi terkait masalah yang sedang mereka hadapi atas kebijakan jam kerja.

Hal tersebut mempengaruhi dari segi pendapatan Security Chevron.

“Dengan berubahnya jam kerja yang biasanya 12 jam/2 shift/satu hari diganti menjadi 8 jam/3 Shift/satu hari, otomatis pendapatan bulanan kami jadi berkurang hingga jutaan rupiah,” Kata Ramli mencoba untuk menjelaskan

Dijelaskannya kembali, Biasa nya dengan dua shift satu hari kami dapat uang makan, uang puding dan uang over time bang, inilah yang membuat kami protes, apa yang bisa kami kasih sama keluarga bang, sedangkan anak kami ada yang kuliah,” tuturnya penuh keresahan

Kurang lebih satu jam, Para satuan pengamanan Migas di jamu oleh Huzaimi Hamidi dari Komisi E DPRD Riau yang bertempat diruangan medium.

Dalam hearing tersebut, Manajer Chevron, Sukamto mencoba menjelaskan kebijakan yang diambil oleh CPI terkait pengurangan jam kerja.

“Seiring dengan kondisi operasi CPI saat ini, tentunya penghasilan Chevron tidak sama dengan kondisi puluhan tahun yg lalu”, Kata Sukamto mengawali penjelasannya.

“Dikarenakan ada pengelolaan sistem baru yang berdampak kepada tenaga kerja, maka kami mencoba mencari solusi sebagai penyeimbang dari kebijakan baru tersebut”, ulasnya

“Dari pada melakukan pengurangan tenaga kerja yang akan membuat bertambahnya pengangguran, maka kami mengambil kebijakan untuk melakukan pengurangan jam kerja saja”, kata Sukamto mengakhiri penjelasan

Di waktu yang sama, Abi Bahrun, Anggota DPRD asal Kabupaten Bengkalis sangat menyayangkan kebijakan yang diambil oleh PT CPI dengan melakukan pengurangan jam kerja.

“Saya melihat ini modus, kata Abi Bahrun, kenapa tidak tenaga kerja dari luar aja yang diberhentikan, mereka digaji oleh negara hampir 1 M sebulan, sedangkan security CPI hanya digaji kurang lebih 6 juta perbulan, 1500x6juta sama dengan 9 M, gaji mereka bisa menghidupkan orang banyak jika PT CPI memulangkan 9 bule ke negara asalnya”, kata Abi disambut tepuk tangan security Chevron yang hadir diruangan Medium.

Melalui pertemuan tersebut Abi Bahrun meminta kepada PT.CPI untuk mengkaji kembali kebijakan tersebut. (Spc1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares