Scroll to Top

Ketahuan mau mencuri, Pria ini masuk kosan cewek dengan menggunakan baju Akbid

By Redaksi Sijoripost / Published on Rabu, 19 Jun 2019 22:59 PM / No Comments / 139 views

Sijoripost.com – Ada saja cara tersangka pencurian untuk melakukan aksinya.

Seorang Pria tertangkap menggunakan atribut wanita untuk masuk kekosan wanita dan mencuri sesuatu.

Namun aksi tersebut ketahun setelah pemilik kos Curiga.

Sulion, pria berusia 28 tahun tersebut sampai rela menyamar dan bersolek layaknya wanita untuk melancarkan aksinya.

Berbagai cara dilakukan orang melakukan tindakanyang pasti sangat merugikan orang di sekitarnya terutama si korban. Berbagai modus baru dan unik pun terusbermunculan.

Seperti yang dilakukan Sulion, pria berusia 28 tahun tersebut sampai rela menyamar dan bersolek layaknya wanita untuk melancarkan aksinya.

Pria asal Tangerang tersebut juga menggunakan kerudung untuk membobol sebuah kosan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari Kota Tangerang.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang, Kompol Abdul Rachim menjelaskan, Sulion mengenakan pakaian wanita ala siswa Akademi Kebidanan lengkap dengan aksesorisnya.

“Yang bersangkutan melakukan pencurian dengan menyamar sebagai anak Akbid dan menggunakan seragam Akbid dengan aksesoris lengkap seperti jilbab dan pakaian dalamnya,” jelas Rachim saat dikonfirmasi, Senin (17/6/2019) dikutip Tribunjogja.com dari Tribunjakarta.

Sulion melancarkan aksinya pada Jumat (14/6/2019) sekira pukul 08.30 WIB dan terciduk oleh warga dan pemilik barang saat melancarkan aksinya.

Menurut Rachim, Sulion mencoba bawa kabur dua buah tas yang berisikan pakaian dalam pemilik kosan yakni satu pasang sepatu, celana training dan kaus.

Awalnya, lanjut Rachim, korban tidak curiga karena dianggapnya pelaku adalah warga kosan karena menggunakan pakaian serba wanita.

“Awalnya menyangka pelaku wanita, kemudian korban membuka jilbab pelaku ternyata seorang laki-laki,”

“Sempat mau kabur kemudian korban berteriak dan dilumpuhkan warga sekitar,” terang Rachim.

Kini pelaku yang merupakan pria tulen itu ditahan di Polsek Neglasari untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.

Nyamar Jadi Pengamen

Jika rumah dalam kondisi sepi dan anda mendengar suara pengamen di depan rumah, sebaiknya anda waspada.

Sebab, bisa jadi pengamen tersebut seorang pencuri yang sedang mengincar kendaraan anda.

Di Madiun, seorang pencuri yang menyamar sebagai pengamen ditangkap saat mencuri motor Mega Pro S-6812-GL milik seorang warga bernama Agung Wibowo, warga Desa Tiron, Kecamatan/Kabupaten Madiun.

Pelaku ditangkap oleh pemilik motor yang saat itu sedang pulang ke rumah bersama istrinya Ervin Linawati.

Pelaku yang sedang berusaha menyalakan motor, terjatuh dari motor curiannya karena kaget melihat kedatangan pemilik motor yang datang tiba-tiba.

“Baru saya mundurkan, mau saya nyalakan, tapi tiba-tiba pemilik rumah datang. Karena kaget saya jatuh,” kata seorang pelaku, Yusup (26) alias Unyil saat ditanya Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, Sabtu (1/6/2019) siang.

Sebelum mencuri, warga Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun ini berpura-pura menjadi pengamen.

Ia menyanyikan lagu dan memainkan gitar kentrung, sembari mengamati situasi rumah sasaran.

“Waktu itu rumahnya sepi, cuma ada anaknya,” kata Yusup.

Saat melakukan aksi pencurian tersebut, ia dibantu rekannya, Supriadi (43) alias Manuk warga Tulungagung.

Namun, Supriadi alias Manuk berhasil meloloskan diri.

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono menuturkan, modus operandi yang dilakukan Yusup alias unyil dan Supriadi alias Manuk, yakni dengan berpura-pura menjadi pengamen.

Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor mencari sasaran motor yang diparkir di halaman rumah.

“Mereka berboncengan sambil membawa gitar. Mereka pura-pura mengamen, masuk ke pekarangan rumah. Apabila di pekarangan rumah tersebut kosong, si Yusup ini masuk, memastikan apakah kunci motor tertancap di lubang kunci, kemudian dibawa kabur,” kata Ruruh kepada wartawan.

Dari penangkapan Yusup, polisi kemudian melakukan pengembangan, dan menangkap dua warga Nganjuk yang berperan sebagai penadah yang membantu menjual motor hasil curian.

Dua pelaku tersebut yakni bernama Sumaji (42) dan Zainul Arifin (43).

“Terkait kasus ini kami sudah melakukan penangkapan terhadap tiga orang dan satu orang masih DPO. Kami juga mengamankan 14 unit sepeda motor hasil curian,” jelasnya.

Ruruh mengatakan, sepeda motor hasil curian dijual dengan harga sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, dengan kode Halo dan Komplit.

Halo berarti hanya dilengkapi kunci saja, dan Komplit artinya sepeda motor beserta STNK.

Motor hasil curian ini, kata Ruruh sebagian dijual ke berbagai daerah. Di antaranya Nganjuk dan Surabaya.

“Mereka jual dengan kode Halo dan Komplit. Kalau Halo itu hanya dilengkapi kunci saja dijual Rp 2 juta, kalau yang Komplit itu ada STNKnya dijual Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta,” kata Ruruh.

Sementara itu, akibat perbuatnnya Yusup dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukum maksimal tujuh tahun penjara.

Sedangkan kedua penadah dijerat dengan pasal 480 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Ruruh menambahkan, bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan bisa menghubungi pihak Polres Madiun, untuk pengambilan sepeda motor.

 

 

 

tribunbatam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares