Scroll to Top

LGBT: Vatikan menantang konsep modern tentang identitas gender, sebut gender ditentukan oleh Tuhan

By Redaksi Sijoripost / Published on Selasa, 11 Jun 2019 11:22 AM / No Comments / 122 views

Vatikan, Sijoripost.com – Vatikan menantang pandangan modern bahwa identitas gender adalah pilihan pribadi. Menurut Vatikan, pandangan tersebut didasarkan pada konsep kebebasan yang membingungkan.

Vatikan mengatakan, gender ditentukan oleh Tuhan, bukan oleh individu.

Pernyataan itu dimuat dalam dokumen baru Vatikan yang menantang konsepsi modern tentang identitas gender.

Dikatakan bahwa debat tentang identitas gender ditujukan untuk “memusnahkan konsep alam”, menyebabkan “krisis pendidikan”, dan menghancurkan keluarga.

Pandangan Vatikan ini dikecam oleh kelompok LGBT Catholics, yang mengatakan pandangan ini mendorong kebencian dan kekerasan terhadap komunitas LGBT.

Apa kata dokumen itu?

Dokumen ini merupakan pedoman pengajaran setebal 31 halaman, dirilis pada hari Senin, berjudul Pria dan Perempuan Dia Menciptakan Mereka.

Pedoman ini dikeluarkan oleh Kongregasi untuk Pendidikan Katolik sebagai instruksi pengajaran bagi mereka yang bekerja dengan anak-anak.

Dokumen tersebut menyerukan dialog, tetapi mengeluarkan panduan tentang sejumlah topik termasuk komunitas transgender.

Pedoman ini dikeluarkan oleh Kongregasi untuk Pendidikan Katolik sebagai instruksi pengajaran bagi mereka yang bekerja dengan anak-anak.

Khususnya, mengkritik pemahaman modern tentang gender yang dipandang lebih kompleks daripada pembagian biner jenis kelamin.

Dikatakan teori saat ini “menjauh dari alam” dan sebagai gantinya, “menuju pilihan absolut keputusan yang berdasar perasaan subjek manusia”.

Dokumen itu pula mengatakan identitas seksual yang berubah “seringkali didasarkan pada konsep kebebasan yang membingungkan dalam ranah perasaan dan keinginan”.

Selanjutnya dikatakan bahwa gender tidak diputuskan oleh individu tetapi diperhitungkan oleh Tuhan: “Kitab Suci mengungkapkan kebijaksanaan dari rancangan Sang Pencipta, yang telah ditugaskan sebagai tugas untuk menggerakkan tubuhnya, maskulinitas dan feminitasnya.”

Analisis: Waktu yang dipertanyakan

Megha Mohan, koresponden Gender dan Identitas BBC

Pernyataan itu datang tanpa peringatan dan pada waktu yang tak diduga – Bulan Kebanggaan LGBT- yang juga 50 tahun sejak kerusuhan Stonewall tahun 1969 – salah satu momen paling penting dalam sejarah gay.

Dokumen setebal 31 halaman itu menentukan definisi biner gendernya, mengecam penyimpangan apa pun.

Dokumen itu menyatakan bahwa seseorang yang mengklaim identitas di luar cisgender (ketika identitas pribadi dan gender sama dengan jenis kelamin sejak lahir) berusaha untuk menjadi “provokatif”.

Dokumen itu merupakan pukulan bagi para aktivis, yang mengatakan bahwa sikap seperti itu hanya akan mengasingkan orang-orang yang rentan dari Gereja di masa di mana banyak masyarakat modern telah mengakui, merangkul dan merayakan komunitas LGBT.

Pada tahun 2019 ada diskusi baru dan penting yang bisa dilakukan pada mereka yang identitasnya berbeda dari jenis kelamin biologis mereka: fasilitas kamar mandi, tempat perlindungan perempan, bahkan penjara.

Tetapi dengan dikeluarkannya dokumen ini, Gereja Katolik tampaknya berjarak beberapa tahun lagi dari dialog itu.

Dokumen itu mengatakan bahwa lembaga-lembaga harus mengajar secara koheren tentang “sifat sejati manusia” berdasarkan “antropologi yang jelas dan meyakinkan”.

Namun, dokumen ini juga mengatakan bahwa anak-anak dan remaja harus diajar untuk menghormati setiap orang sehingga tidak ada yang menderita intimidasi atau diskriminasi lainnya.

Dokumen itu mengatakan bahwa lembaga-lembaga harus mengajar secara koheren tentang “sifat sejati manusia” berdasarkan “antropologi yang jelas dan meyakinkan”.

New Ways Ministry, sebuah kelompok advokasi AS untuk LGBT Katolik, menggambarkan dokumen itu sebagai “alat berbahaya” yang akan digunakan untuk “menindas dan membahayakan tidak hanya orang transgender, tetapi juga lesbian, gay, orang biseksual”.

Francis DeBernardo, direktur eksekutif kelompok itu, menolak gagasan bahwa orang “memilih jenis kelamin mereka”.

Dalam sebuah pernyataan, ia mengatakan dokumen itu akan “membingungkan mereka yang dengan tulus berjuang dengan pertanyaan-pertanyaan identitas gender dan orientasi seksual” dan menggambarkan Vatikan berada dalam “zaman kegelapan” dalam masalah ini.

 

 

bbc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares