Scroll to Top

Mantan ajudan almarhum Gubernur Kepri M Sani terlibat dalam perdagangan narkoba jenis sabu dan ekstasi

By Redaksi Sijoripost / Published on Rabu, 15 Mei 2019 16:13 PM / No Comments / 113 views
Ilustrasi

Sijoripost.com – Kepala Seksi (Kasi) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Pemerintah Provinsi Kepri, Roma Ardadan Julica, ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi, Minggu (12/5) lalu.

Mantan ajudan almarhum Gubernur Kepri M Sani tersebut diduga terlibat dalam perdagangan narkoba jenis sabu dan ekstasi dengan nilai yang ­diperkirakan mencapai Rp 8 miliar.

Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bachtiar, membenarkan kabar tersebut. Menurur Mirza, pihaknya sudah meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kepri untuk menerbitkan surat pemberhentian sementara kepada Ro­ma. Dan sanksi final akan di­berikan jika status hukum yang bersangkutan sudah inkracht atau berkekuatan hukum tetap.

“Proses hukum masih berjalan, sanksi beratnya tentu setelah berkekuatan hukum tetap,” kata Mirza, Selasa (14/5/2019).

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Kepri, Agusnawarman, mengaku belum dapat informasi tentang penangkapan bawahannya tersebut. Meskipun demikian, ia membenarkan Roma Ardadan Julica adalah salah satu Kepala Seksi (Kasi) di Dinas Koperasi UKM Provinsk Kepri.

“Saya jarang bertemu dengan pejabat terkait. Jika memang benar, tentu semua ada konsekuensi yang harus ditanggung,” ujar Agusnawarman di Tanjungpinang, kemarin.

Dari informasi yang beredar, Roma ditangkap bersama tiga pelaku lainnya pada (12/5) lalu di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan. Selain Roma, tiga pelaku lainnya yakni Agustinus, 38, warga Bintan, Lalu M Rizal, 27, dan Eko Rinaldi, 29, warga Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi.

Pelaku atas nama Agustinus terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di paha kirinya. Ini setelah berupaya kabur saat akan ditangkap.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, mengatakan, penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda. Di rumah makan garang asem, paal 10 kota, dan di Pos PJR Unit III Perbatasan Jambil – Sumatera Selatan.

Dari penangkapan keempat pelaku itu polisi mengamankan barang bukti diduga narkotika jenis sabu seberat lebih kurang 1,3 kilogram (Kg). Kemudian juga diamankan ekstasi sebanyak 12.511 butir. Barang bukti yang diamankan tersebut nilainya lebih kurang Rp 8 miliar. Pelaku yang ditangkap merupakan jaringan peredaran narkotika internasional.

Barang haram tersebut dibawa dari Kepri dengan tujuan Palembang, Sumatera Selatan.
Kapolda Jambi Irjen Pol Muhclis mengatakan, dari barang bukti yang disita petugas dan keterangan para saksi, ternyata mereka merupakan jaringan internasional. Awalnya barang haram tersebut akan diantarkan kepada yang memesannya di Palembang.

“Mereka ini merupakan jaringan internasional. Barang itu sudah ada yang pesan di Palembang sana, tetapi berhasil diamankan terlebih dahulu,” katanya.

Dirinya menambahkan, untuk empat orang tersangka yang diamankan statusnya sebagai kurir yang bertugas mengantarkan barang haram kepada pemesan. Sedangkan identitas pemesan kedua jenis barang haram itu masih ditelusuri polisi.

Kapolda menambahkan satu dari keempat pelaku terpaksa di tembak kakinya karena berusaha melawan saat ditangkap.

Atas perbuatannya keempat tersangka dijerat dengan pasal 114 junto pasal 132 Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun.

 

batampost

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares