Scroll to Top

Melihat Berbagai Wisata Religi Pemkab Rohil

By Redaksi Sijoripost / Published on Rabu, 06 Nov 2019 10:12 AM / No Comments / 58 views

Bagan siapiapi – Sijoripost.com – Pemerintah daerah Rokan Hilir terus melakukan pengembangan wisata religi. Jika selama ini Pemkab wisata ritual bakar tongkang saja, maka perlu ada pengembangan dinasti lain. Bappeda bersama dinas Parawisata melakukan kajian, bagaimana dari sisi agama ini ada momen dan bisa dikemas secara bagus. Misalnya, haul dan suluk. Nantinya, haul dan suluk.

Sedangkan wisata religi yang sudah populer, seperti bakar tongkang, tetap harus didukung. Karena Iven itu sudah menjadi agenda rutin secara nasional dan banyak memberikan efek positif dalam ekonomi.bahkan dalam momen itu, pemerintah memikirkan bagaimana agar wisatawan itu datang tidak hanya satu hari saja. “Apa lagi objek lainya.lalu bagaimana home industri kita,” kata job.

Salah satu agar wisatawan tidak sehari saja, kita acara ritual bakar tongkang, pemerintah mengajak para wisatawan berkunjung ke itu tapi tahun tempat nya akan berpindah pindah dari kecamatan satu kecamatan lainya. Jadi, semua orang Rohil dan luar berkumpul bersama di tempat yang sudah ditentukan untuk melakukan doa.Doa itu dikemas secara meriah,”sebutnya.

Kemudian Pemkab mengajak wisatawan untuk bisa mengetahui sejarah, seperti makan makan orang dituakan cukup banyak .Kalau orang berkunjung ke Langkat, Sumatra Utara, ada Syekh Abdul Wahab Rokan, dan perlu diketahui makan ibun dan metuanya ada di kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan. Di tanah putih tanjung melawan, itu ada tujuh makam yang dituakan , misalnya syekh Zainuddin .Lalu di Batu Hampar, Kubu ada lagi, Pujud juga dan lainya. Ini tidak lepas dari agama kita. Tapi buka berarti kita menyembah disana, tetapi hanya mengingat sejarah , bahwa disini ada orang tua yang dituakan di sisi agama dan pemerintah nya.Kenapa mereka dahulu bisa berhasil menyebarkan agama Islam di sini. Itu berarti menjadi semangat kita bahwa ada orang disini yang gagah di zaman nya, jika kita juga punya kebanggaan.Disini banyak orang orang tua yang jadi orang besar,” sebutnya.

“Misalnya, di tahun 2018, 2019 ini kita akan menggenjot perikanan, pertanian, koperasi, perdagangan dan Parawisata, mampu mengerjakan masyarakat,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Rohil, Job Kurniawan di ruang kerjanya.
Artinya, lima OPD, yaitu Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan dan Pangan, Dinas Perindustrian dan perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Pariwisata menjadi motor penggerak untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.

Dalam rencana kerja (Remaja) tahun 2018 ini, Pemkab inggin mengerakkan beberapa sektor dan dengan dukungan pemerintah.” Contoh, usaha kerang di Bagansiapiapi dan tambak kerang. keladi unggu. Ini dinas pertanian. Dan yang begini ini yang harus kita dorong,” ucapnya.

Untuk Disperindag. Pemerintah daerah Rokan Hilir mendorong para pelaku UKM dan home industri untuk diberikan izin izin usaha yang resmi. Lalu, bagaimana mereka bisa membuat atau menjanjikan produk dengan baik, dan melengkapi perizinan terkait dengan industri. Jadi ekonomi ini yang kita prioritaskan,” papar job Kurniawan.

Bahkan Disperindag sudah mengumpulkan para pelaku usaha home industri untuk diberikan penjelasan. Mengenai syarat mengurus izin industri.kemudian dipesan juga kepada mereka, dalam memberikan tempat usaha harus bersih. Karena nanti akan turun melakukan pengecekan komposisi bahan bahan, makanan misalnya
Artinya, pelaku usaha dididik mulai dari keterampilan, sampai melengkapi seluruh perizinan ketika mendirikan usaha.

Bahkan Satpol PP saat ini sedang gencar turun ke lapangan melakukan pengecekan, apakah tempat usaha itu di lakukan memiliki izin. Semua itu di lakukan sebagai usaha kita untuk menegakkan peraturan.Jagan mereka hanya usaha, tapi harus menaati peraturan,” sebut job

Para pencari tenaga kerja harus bisa melihat peluang usaha. Di sisi lain, pemerintah memberikan keterampilan. Misalnya, kemampuan pangkas rambut, mekanik, dan ketrampilan lainya.

” Sekarang ini namanya sepesialis tidak generalis.pekerja yang di cari adalah yang memiliki skill,” tandasnya. Job Kurniawan juga mengatakan, bidang perikanan berpotensi besar. Saking besarnya hasil ikan, pulau halang sudah berdiri salah satu pabrik tepung ikan yang hasil sudah cukup banyak diekspor.Artinya, pemerintah daerah Rokan Hilir mengajak untuk menfaatkan sumber sumber baku tersebut untuk langsung diolah di Rohil. Selain itu, tahun depan Rohil membangun pabrik pelet ikan dan danaya sudah ada dalam APBD. Kita harus punya,” terangnya.

Karena, itu akan membantu koperasi di Rohil untuk semakin maju. Dengan demikian harga pelet akan murah. Job mengamsumsikan, walau harga ikan yang dijual sama, namun biaya produksi bisa murah dan tentu menguntungkan pedagang.sebab tidak perlu membeli pelet dari luar. Pabrik itu dikerjakan dinas perikanan. Apakah harus join dengan pihak swasta atau BUMD, saya rasa terserah saja. Terpenting pabriknya harus ada. Hal lainya, Pemkab Rohil sudah melakukan MoU dengan salah satu perusahaan besar untuk membangun pola pengelolaan kerang.Jika ini terealisasi , Lapangan pekerjaan baru terbuka.

“Jadi, masyarakat tidak usah takut, selagi kita berusaha dan berdoa, pasti akan memberikan rezeki kita. Tapi, kalau kita oasrah, ya kita berubah. Karena yang akan merubah Rohil, ini ya orang Rohil sendiri,” ucap Job.(adv/hms/mt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares