Scroll to Top

Mentri LHK ancam beri sanksi administrasi jika perusahaan terbukti bakar lahan di Riau

By Redaksi Sijoripost / Published on Senin, 12 Agu 2019 22:44 PM / No Comments / 149 views
Menteri LHK, Siti Nurbaya. (foto. Net)

Pekanbaru, Sijoripost.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengaku selalu mengikuti perkembangan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di Provinsi Riau.

Ia menyebut, dari pantauannya, saat ini Karhutla Riau banyak terjadi di daerah Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

“Jika dilihat di lokasi tersebut Karhutla juga ada kaitannya dengan konsesi perusahaan,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya kepada cakaplah.com, Senin (12/8/2019) di Pekanbaru.

Kerena itu, tegas Siti, akan memberlakukan sanksi administratif berupa pencabutan izin bagi perusahaan perkebunan atau Hutan Tanaman Industri (HTI), yang terbukti melakukan pembakaran dilahannya.

“Ada instrumennya yakni sanksi administratif (berupa pencabutan izin bagi perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran). Ada instrumennya itu,” tegasnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri LHK juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki data lokasi-lokasi perusahaan yang terjadi Karhutla.

“Termasuk yang ada di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, saat ini ada delapan kasus yang sedang diproses. Saya juga dilaporkan, kemungkinan akan ada dua lagi perusahaan yang ditetapkan menjadi tersangka,” bebernya.

Untuk itu, Menteri LHK berjanji akan teliti lagi kebakaran yang dekat perusahan. Karena selain sanksi administratif, juga ada sanksi perdata dan pidana.

“Untuk hal ini, kami juga bisa bersama-sama dengan pihak penegak hukum atau melakukan secara kolaboratif,” ujarnya.

Menteri LHK Siti juga membeberkan, hingga saat ini sudah memberikan peringatan kepada 55 perusahaan se-Indonesia yang terjadi Karhutla.

Untuk itu, saat ini Kementerian LHK fokus pada penegakan hukum dan bagaimana menolong masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

“Saat ini sepertinya hanya tinggal di dua bagian itu saja yang secara konseptual harus diperbaiki. Karena kalau untuk monitoring hotspot sudah ada konseptualnya dan sudah berjalan,” tukasnya.

 

Cakaplah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares