Scroll to Top

Merasa tidak adil, Wartawan media online Meranti tolak tawaran kerjasama Pemkab Meranti

By Redaksi Sijoripost / Published on Senin, 19 Feb 2018 21:48 PM / No Comments / 42 views
Sejumlah wartawan online di meranti menolak kerjasama dengan Pemkab Meranti

Meranti, Sijoripost.com – Sejumlah wartawan media online menolak melakukan kerja sama dengan Humas dan Protokoler Pemkab Meranti. Penolakan itu dilakukan karena anggaran terlalu kecil dan instansi terkait dinilai tidak transparan dalam masalah anggaran.

Pantauan wartawan RiauGreen.com, saat mengikuti langsung pertemuan dengan puluhan wartawan yang berlangsung di Ruang Rapat Melati Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Senin (19/2/2018) siang.

Dalam kesempatan itu sempat diutarakan bahwa adanya pemangkasan anggaran di tahun 2018, namun kekecewaan wartawan Meranti juga muncul setelah diketahui bahwa ada sejumlah media yang dikontrak dengan harga yang cukup pantastis, bahkan sejumlah media yang tidak ada wartawan nya juga ada yang dikontrak.

Pertemuan yang dipimpin Asisten III Tengku Akhrial bersama Kabag Humas Helfandi SE MSi dan Kasubag Kerja Sama Media Yusran SE, siang itu belum menemukan jalan keluar.

Salah seorang wartawan media online, Sabara Damanik meminta penjelasan terkait yang menjadi atensi maupun pertimbangan dari pihak Humas Pemkab Meranti dalam melakukan kerja sama dengan media.

“Apa yang menjadi atensi humas sehingga bisa melakukan kerja sama terhadap media dengan nilai kontrak yang berbeda-beda, bahkan ada sejumlah media yang nilai kontraknya sangat signifikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi Yuhara Lubis juga menyampaikan persoalan tersebut. Kemudian jika pagu anggaran tidak berubah maka lebih baik kerja sama tersebut ditolak, namun tetap memberikan kontribusi yang terbaik untuk Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu.

Mohon maaf, kami tidak bisa terima kerja sama ini. Kami tak masalah tak dikontrak dan kami tetap akan buatkan berita positif, karena ini kampung kami. Selain itu, media yang tidak ada wartawannya tolong jangan dikontrak jika tidak mau bermasalah di kemudian hari,” kata Dedi Yuhara dan sejumlah wartawan online lainnya.

Kemudian bersama-sama mengumpulkan surat balasan dari Humas yang berisikan nilai kontrak kepada masing-masing media. Berkas tersebut kemudian diserahkan kepada Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Meranti. Selanjutnya, mereka yang menolak kerja sama memilih keluar ruangan pertemuan, meski kesimpulan dari hasil pertemuan tersebut belum didapat.

Dalam pertemuan yang semakin memanas itu, ada juga wartawan yang menolak, namun minta utang Humas tahun 2017 kepada media harus dibayarkan. Sementara wartawan lainnya masih bertahan sambil memberikan solusi agar persoalan yang terjadi segera ditemukan solusinya.

Melihat kondisi itu, Syamsidir salah seorang wartawan media cetak yang ikut dalam pertemuan tersebut meminta agar Bagian Humas dapat melakukan kerja sama sesuai aturan yang ditetapkan dewan pers, namun tetap mengakomodir media yang belum memenuhi persyaratatan. Dengan cara itu, maka media yang belum terperifikasi bisa mengerti dengan keadaan keuangan dan termotifasi untuk mengurus ke dewan pers.

“Sekarang, Bagian Humas tidak bisa menerapkan aturan dengan berbagai alasan, hasilnya tetap saja ditolak. Coba terapkan aturan yang ada, namun dibuat dengan sistem grade (tingkatan),” ungkap Syamsidir.

Dijelaskannya, tingkatan pertama dikhususkan untuk media yang sudah terperifikasi. Sementara grade kedua untuk media yang belum terperifikasi, namun ada wartawan nya di daerah. Sedangkan grade ketiga dikhususkan bagi media yang tidak ada wartawan nya di Meranti dengan nilai kontrak yang tidak melebihi grade kedua.

Kabag Humas Setdakab Meranti Helfandi didampingi PPTK Yusran belum bisa membuat keputusan. Selain meminta wartawan mengerti dengan kondisi keuangan, keluhan wartawan tetap ditampung dan dicarikan solusinya.

Dia berjanji akan menyampaikan hal itu kepada Sekda dan Bupati Kepulauan Meranti, sehingga persoalan anggaran Humas yang sangat kecil dapat dicarikan solusinya.

Melihat kondisi ruangan yang mulai kosong dan forum tidak bisa dilanjutkan, pertemuan langsung ditutup.

riaugreen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares