Scroll to Top

Modus bangun perumahan Polda, Mafia tanah serobot lahan warga

By Redaksi Sijoripost / Published on Minggu, 27 Okt 2019 13:57 PM / No Comments / 471 views
Kades Rimbo Panjang, Heri

Kampar, Sijoripost.com – Baru seumur jagung menjadi kepala Desa Rimbo Panjang” Heri diduga bekerja sama dengan para mafia tanah serobot tanah warga didesa Rimbo Panjang kec tambang kab Kampar, dengan alasan akan dibangun perumahan Polda.

Pantauan media dilapangan terlihat beberapa unit mobil Damtruk lalulalang membawa tanah timbun dengan spanduk tertulis dikaca depan mobil tersebut proyek perumahan Polda.

Dengan mengatasnamakan perumahan Polda, tanah warga diduga diserobot oleh sekelompok orang yg mengaku orang kepercayaan Arbain,diduga otak pelaku kades Rimbo panjang Heri, apabila ada pemilik tanah melarang mereka mengatakan akan di bangun perumahan Polda.

Tanpa sepengetahuan RT/RW dan kadus setempat, dengan menggunakan lima unit alat berat, mereka sewenang-wenang mendoser tanah warga yang di akuinya tanah tersebut tanah Arbain, jika ada warga yg melarang, operator alat berat mengatakan sudah dapat izinkan dari Kades Rimbo panjang Heri.

Ketika dihampiri media Rt/RW dan Kadus setempat mengaku tidak mengetahui kegiatan tersebut, sungguh keterlaluan perbuatan mereka ujar beberapa orang pemilik tanah dihadapan media.

Akibat kejadian tersebut,hampir terjadi bentrok pisik Rabu (16/10/19), antara pemilik tanah dengan operator alat berat, sedangkan kades Rimbo Panjang Eri,ketika di temui warga di kantor desa membantah telah memberikan izin,dia mengaku tidak mengetahui kegiatan tersebut.

Mustahil dia ( Kades Rimbo panjang red) tidak mengetahui sebut warga yang Engan namanya di tulis di media, operator alat berat yang mendoser tanah tersebut mengatakan, dua unit alat berat yang digunakan untuk mendoser tanah tersebut pak heri Kades penanggung jawabnya, kata warga menirukan ucapkan operator tersebut.

Terkait dugaan penyerobotan tanah yang diduga melibatkan kades Rimbo Panjang, Syam Tanjung pimpinan umum LSM Bidik RI meminta penegakan hukum khusus Polda Riau memeriksa siapa saja yang diduga terlibat mencatut nama Polda, termasuk kades Rimbo Panjang (Heri)

Dengan motif, akan dibangun perumahan Polda, nyatanya tanah warga yang diserobot, hal ini jelas melecehkan institusi polri,khususnya Polda Riau,selain melecehkan polri, perbuatan mereka jelas melanggar hukum, dan meresahkan masyarakat, terutama pemilik tanah didesa Rimbo Panjang kata syam.

Dalam waktu dekat ini,Tim Bidik Rl akan melaporkan siapa saja yg diduga terlibat mencatut nama polri, termasuk kades Rimbo Panjang, polri slogan nya melindungi, melayani masyarakat, sepenuh hati, bukan sebaliknya.

Jika benar perumahan Polda akan di bangun di desa Rimbo Panjang,mana plang proyeknya, izin aja belum ada,pembebasan lahan belum dilakukan, kok berani mereka mengatakan akan di bangun perumahan Polda,secara tidak langsung, mereka mengadu domba masyarakat dengan Polda demikian di katakan Syam ke media ini jumat ((25/10/19) . .

Pemilik tanah menuturkan, kami sudah mengetahui bahwa pelaku penyerobot diduga mafia tanah yg mengatasnamakan Arbain, diduga kuat otak pelakunya kades Rimbo panjang, apabila dia berhasil serobot tanah tersebut, akan di bangun perumahan Asabri, tanah kami akan di ganti rugi Rp 30 Ribu rupiah per meternya melalui kades Rimbo panjang Heri ujar beberapa pemilik tanah dengan wajah kecewa.

 

RadarNusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares