Scroll to Top

Muhammad Aulia terima Piagam Museum Rekor Dunia Indonesia atas Rekor Sajian Air Mata Pengantin terbanyak

By Redaksi Sijoripost / Published on Senin, 11 Mar 2019 21:40 PM / No Comments / 171 views

Pekanbaru, Sijoripost.com – Pelaksanaan Festival Bandaraya Melayu 2019 Provinsi Riau, akhirnya berhasil meraih Penghargaan Piagam Museum Rekor Dunia Indonesia atas Rekor Sajian Air Mata Pengantin terbanyak. Acara digelar di Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Minggu (10/3/2019) pagi.

Festival berskala nasional ini ternyata menyajikan 31.500 minuman Air Mata Pengantin yang merupakan sajian terbanyak sepanjang sejarah Indonesia bahkan dunia. sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan Rekor Dunia Muri.

Tanpak hadir pada acara tersebut, Gubernur Riau atau yang mewakili, Ketua LAM Riau diwakili oleh Sekretaris LAM Riau, Datok Nasir Penyalai, Ketua Komunitas Seni Budaya Pariwisata 2019 Zayu Rizki Safitri, Ketua OK OCE Riau Muhammad Aulia, Ketua PGRI Riau Syahril, Anggota DPR RI H. Nurzahedi, SE, dan seluruh tamu undangan lainnya.

Adapun yang menerima Piagam Museum Rekor Dunia Indonesia atas Rekor Sajian Air Mata Pengantin terbanyak ini adalah, Ketua OK OCE Riau Muhammad Aulia, Ketua Komunitas Seni Budaya Pariwisata 2019 Zayu Rizki Safitri dan Ketua PGRI Riau, Syahril.

Ketua OK OCE Riau, Muhammad Aulia kepada awak media mengatakan bahwa pada kesempatan ini, saya berkesempatan mendapatkan Rekor Dunia Muri dari Museum Rekor Dunia-Indonesia atas rekor sajian air mata pengantin terbanyak.

 

“Pada acara ini kita menyajikan sebanyak 31.500 minuman Air Mata Pengantin yang merupakan terbanyak yang pernah Muri catat,” ungkap Aulia.

Dijelaskan Aulia, minuman tradisional air mata pengantin ini berasal dari salah satu kabupaten di Riau, yakni dari Indragiri Hulu. Pada zaman dahulu biasa minuman ini disajikan saat acara pernikahan maupum acara adat lainnya yang mengandung unsur kebahagiaan. Sehingga seringkali orang menyebutkan minuman ini sebagai simbol dari air mata kebahagiaan.

“Rekor muri ini kita raih atas kerjasama puluhan UMKM Provinsi Riau dengan OK OCE Riau dan tidak lupa pula buah pikir dari ibu Zayu Rizki Safitri atau lebih dikenal Zayu Srikandi Melayu. Saya ucapkan terima kasih kepada kita semua, jaya terus para pejuang ekonomi bangsa,” ujar Aulia.

Ditambahkan oleh Zayu Srikandi Melayu, ini merupakan bahwa Indonesia kaya akan khasanah seni dan budaya dengan alam yang indah dengan masyarakat yang memiliki peradaban tua yang bermoral mulia.

Hari ini dengan Rekor Muri yang kita terima, alhamdulillah menjadi suatu kebanggaan bagi kita semua yang beradatkan Melayu, berbahasakan Melayu dan tinggal di tanah Melayu Indonesia.

Mari kita saksikan bahwa sejarah sudah mencatat Rekor Muri yang mengakat harkat martabat kita orang Melayu sebagai penyaji Air Mata Pengantin terbanyak se Indoensia bahkan se dunia, ini bukti atas usaha melestarikan salah satu icon budaya kita.

“Saya bersama bapak Syahril dan Muhammad Aulia juga team panitia yang mendukung terselenggaranya acara ini dan para undangam semuanya yang telah berkenan hadir, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Zayu sembari menutup keterangannya.

Berbagai sajian acara disuguhkan kepada seluruh tamu undangan, ada tari Zapin, Main Kompang dari Pekanbaru, Randai dari Kuansing dan pertunjukan permainan tradiaonal Kabupaten Siak, yakni permainan Gasing. Keberhasilan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua khususnya masyarakat Riau, karena sudah berhasil meraih Rekor Dunia Muri penyaji Air Mata Pengantin terbanyak.

Tidak hanya sampai disini, pada tanggal 11 Maret 2019, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Menganugerahi Sekalung Budi kepada Muhammad Aulia, Zayu Srikandi Melayu dan Syahril atas terselenggaranya Festival Bandar Raya Melayu 2019 dan meraih Rekor Muri, di Gedung LAM, Senin (11/3/2019).

Pada kesempatan itu, Muhammad Aulia dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari yang sangat berbahagia bagi dirinya, karena baru saja di anugerahi Sekalung Budi dari LAM Riau.

“Saya mengucapkan terima kasih atas penganugerahan ini, sebagai generasi muda, saya berazam untuk mengakat dan melestarikan budaya Melayu agar dikenal bagi seluruh dunia,” sebut Aulia.

Semoga dimasa mendatang kita bisa mengakat segala event Melayu di panggung nasional maupun tingkat internasional. Mari sama-sama kita merawat seni dan budaya Melayu ini, untuk hidup berbangsa dan bernegara yang sejuk dan damai. (***)

Tag:
loading...
|

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares