Scroll to Top

Pasca Video Gay, Anwar Ibrahim dan Azmin Ali Mulai Perang Dingin. PKR Terbelah

By Redaksi Sijoripost / Published on Jumat, 19 Jul 2019 11:23 AM / No Comments / 68 views

Kuala Lumpur-Sijoripost.com – Kasus video gay menteri Malaysia yang juga Wakil Presiden PKR Azmin Ali membuat internal Partai Keadilan Rakyat (PKR) terbelah.

Bahkan, hubungan antara Azmin Ali dengan Presiden Partai Keadilan Rakyat Anwar Ibrahim juga mulai terjadi perang dingin.

Hal itu setelah Anwar Ibrahim mengatakan Azmin Ali harus mengundurkan diri dari jabatan Menteri Keuangan dan jabatan partai jika terbukti sebagai orang yang ada dalam video yang membuat heboh Malaysia tersebut.

Azmin Ali langsung membalas pernyataan Anwar dengan pernyataan singkat seperti dilansir Malay Mail, “Berkacalah!”

Pernyataan Azmin Ali tentu saja untuk menyindir Anwar Ibrahim yang pernah dihebohkan oleh kasus sodomi, saat menjadi Wakil Perdana Menteri tahun 1990-an lalu.

Video gay yang membuat heboh memang sudah hampir pasti diedarkan oleh orang-orang di internal PKR sendiri untuk menjatuhkan citra Azmin Ali.

Muhammad Haziq Abdul Aziz, pria yang mengaku sebagai pemeran video bersama Azmin itu adalah angkatan muda PKR dan asisten seorang wakil menteri.

Selain itu, polisi dalam sepekan terakhir menangkap sembilan orang terkait penyebaran video itu, termasuk Haziq. Tiga di antaranya kader PKR, bahkan satu orang pimpinan PKR wilayah.

Pria itu adalah sekretaris politik yang juga orang kepercayaan Anwar, Farhash Wafa Salvador Rizal Mubarak yang juga seorang pimpinan PKR di negara bagian Perak.

Suasana di dalam tubuh partai yang baru memimpin pemerintahan setahun jagung itu semakin memanas karena dipenuhi intrik yang diduga terkait suksesi di pemerintahan Malaysia.

Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim bertemu untuk membahas isu nasional Malaysia, Senin (24/6/2019), termasuk transisi pemerintahan yang menjadi isu liar beberapa minggu terakhir Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim bertemu untuk membahas isu nasional Malaysia, Senin (24/6/2019), termasuk transisi pemerintahan yang menjadi isu liar beberapa minggu terakhir (Facebook Anwar Ibrahim)
Hal ini karena Mahathir Mohamad pernah mengisyaratkan bahwa pemerintahan Malaysia ke depan harus diisi oleh orang-orang muda dan Azmin Ali disebut-sebut tokoh yang dikader Mahathir untuk menjadi wakil koalisi.

Sementara itu, pendukung Anwar Ibrahim yang terus mempertanyakan peralihan kepemimpinan Mahathir ke Anwar, sesuai janji kampanyenya, tetap menginginkan politisi 70 tahun itu bertahan lama.

Sebab, jika Mahathir menyerahkan tampuk kekuasaan hanya dua atau tiga tahun kepada Anwar, dianggap tidak sebanding dengan perjuangan Anwar membangun partai sejak ia di penjara.

Namun di sisi lain, Anwar juga akan sulit mempimpin jika tidak didukung oleh partai-partai di koalisi Pakatan Harapan, termasuk Partai Melayu Bersatu yang didirikan Mahathir dan jumlah kadernya terus berkembang.

Puncak memanasnya kubu pendukung Anwar Ibrahim dan Azmin Ali di internal PKR akhirnya berujung pada pernyataan bersama 27 petinggi teras PKR, termasuk empat anggota parlemen, Kamis (18/7/2019).

Dalam pernyataan bersama itu, mereka mengkritik pernyataan Anwar selaku Presiden PKR yang meminta Azmin mengundurkan diri jika dia terbukti terlibat dalam kasus video gay yang beredar.

“Anwar seharusnya fokus kepada fakta bahwa ada upaya kotor untuk menjatuhkan pimpinan partai, dalam hal ini Azmin yang menjabat sebagai Deputi Presiden PKR,” bunyi pernyataan itu seperti dikutip The Star Malaysia.

Para penanda tangan pernyataan menilai Anwar seharusnya membantu Azmin dalam menghadapi skandal, dan bukan justru memperkeruh keadaan.

Anwar diminta untuk mengingat sosok Azmin yang setia membelanya selama 20 tahun ketika mantan wakil perdana menteri Malaysia itu dua kali dipenjara akibat tuduhan sodomi.

Hubungan antara Anwar dan Azmin yang dikenal dekat mulai renggang setelah muncul kabar bahwa Perdana Menteri Mahathir Mohamad lebih menginginkan Azmin sebagai penggantinya.

Azmin Ali terjun ke dunia politik atas saran dari Mahathir dan sempat menjadi sekretaris pribadi Anwar sehingga menjadi sosok yang tidfak dipisahkan dari kedua tokoh yang menggulingkan petahana Barisan Nasional.

Azmin juga diberi jabatan sebagai Menteri Perekonomian yang merupakan jabatan strategis di kabinet Mahathir.

Sebab, Azmin diberi kewenangan besar untuk mengelola investasi, BUMN serta berbagai kebijakan ekonomi lainnya.

Anwar yang sesuai kesepakatan Koalisi Pakatan Harapan akan menggantikan Mahathir telah membantah keterlibatan dirinya maupun loyalisnya dalam kasus penyebaran video tersebut.

Azmin sejak awal membantah keras bahwa dirinya adalah pria dalam dua video yang beredar itu. Ia menyebut video itu direkayasa oleh rekan partainya sendiri dan kelompok yang ia sebut poros Filipina.

Tidak jelas, siapa yang dimaksud dengan poros tersebut, namun Haziq sendiri pernah ditangkap polisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur saat hendak terbang ke Manila, sehari setelah pengakuannya tentang video hubungan sesama jenis itu.

Penyebar Video Mulai Terkuak

Sementara irtu intrik dengan modus video gay untuk menjatuhkan Azmin Ali semakin terang benderang.

Polisi menangkap sembilan orang, enam orang ditangkap Minggu –termasuk Haziq Abdullah Abdul Aziz– dan tiga orang lagi, Selasa (16/7/2019) sore.

Tiga orang yang ditangkap itu adalah pengurus Partai Keadilan Rakyat (PKR) sebuah negara bagian dan satu orang adalah orang kepercayaan Anwar.

Berita Harian Online mengatakan, tiga pengurus partai yang ditangkap terakhir berusia antara 29-37 tahun di sebuah rumah di Pasir Gudang, Johor Bahru.

Ketiganya kemudian dibawa ke kantor Kepolisian Daerah Seri Alam, Johor.

Dengan penangkapan ketiga orang ini, jumlah keseluruhan tangkapan terkait video gay menteri ini menjadi sembilan orang.

Kepala Reserse Kriminal Bukit Aman, Datuk Huzir Mohamed membenarkan penangkapan tersebut, namun enggan memberikan penjelasan, termasuk nama ketiga tersangka.

Dua hari sebelumnya, Haziq Abdullah Abdul Aziz ditangkap polisi, Minggu (14/7/2019) malam.

Haziq ditangkap bersama lima orang lagi dalam sebuah penggerebekan besar-besaran di sekitar Lembah Klang, Kuala Lumpur, dan akan ditahan selama enam hari, untuk menyelidikan.

Penahanan itu dibenarkan oleh Kepala Reserse Kriminal Bukit Aman, Datuk Huzir Mohamed, namun ia tidak menjelaskan penangkapan terkait apa.

Dilansir Berita Harian Online, keenam orang tersebut diselidiki terkait UU Komunikasi dan Multimedia.
Keenamnya dibawa ke Pengadilan di Jalan Duta, Kuala Lumpur, Senin pagi untuk mendapatkan perintah penahanan.

Ini adalah kali kedua Haziuq ditangkap setelah sebelumnya juga dicegat polisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), saat hendak pergi ke Manila, Filipina.

Namun, Haziq dibebaskan keesokan harinya oleh polisi dengan jaminan.

Menurut informasi, Haziq (27) ditangkap bersama dua orang berusia 25 dan 28 tahun di sebuah restoran di Kelana Jaya, Petaling Jaya, Kuala Lumpu, Minggu malam, sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Dalam penangkapan itu, polisi juga merampas lima telepon genggam serta kartu seluler di dalamnya.

Polisi kemudian menahan lagi seorang anggota PKR berusia 36 tahun di sebuah restoran di sebuah pasar di Bukit Bintang.

Informasi yang dilansir media Malaysia, rumah seorang individu yang ditahan itu diduga menjadi lokasi pembuatan video pengakuan Haziq yang kemudian diunggah di Facebook, di Alor Setar, Kedah.

Polisi juga menangkap seorang lagi laki-laki berusia 36 tahun di Subang Jaya, dan merampas enam telepon genggam berbagai model dan kartu SIM di dalamnya.

Pengakuan Haziq yang Janggal

Seperti diberitakan sebelumnya, dua video mesum pria sesama jenis membuat heboh di Malaysia beberapa waktu lalu karena seorang pria dalam video tersebut disebut-sebut seorang menteri.

Kasus ini makin liar setelah seorang politisi muda Muhammad Haziq Abdul Aziz mengaku sebagai pemeran video dengan menteri tersebut.

Abdul Aziz yang juga sekretaris senior untuk Wakil Menteri Industri Primer dan Komoditas Datuk Seri Shamsul Iskandar Mohd Akin.

Uniknya, ada kejanggalan dari pengakuan Haziq. Ia tidak membahas video, melainkan menyebut Azmin tidak cocok untuk menjadi seorang pemimpin.

“Saya mendesak SPRM (Komisi Anti Korupsi Malaysia) untuk menyelidiki (dia) dalam kasus korupsi. Dia bukan individu yang memenuhi syarat untuk menjadi seorang pemimpin,” katanya dalam sebuah video di halaman Facebooknya, Rabu (12/6/2019) pagi .

Klip video dan beberapa foto tak senonoh dari dua pria, termasuk yang menyerupai seorang menteri, menyebar luas melalui WhatsApp di Malaysla.

Ada tiga klip video, masing-masing berdurasi sekitar satu setengah menit, dan foto-foto cabul pasangan gay yang beredar.

Video-video tersebut memperlihatkan dua pria telanjang yang melakukan aksi intim di tempat tidur.

Dalam salah satu video, seorang laki-laki yang lebih muda berbaring telungkup, sementara yang lain memeluk dan menciumnya dari belakang.

Video tersebut membuat heboh Malaysia karena negara itu termasuk sangat ketat dan menentang pasangan sejenis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares