Scroll to Top

Pembangunan Flyover habiskan anggaran Rp 240 miliar

By Fitri Laurencia / Published on Minggu, 21 Jan 2018 15:22 PM / No Comments / 74 views

Pekanbaru, Sijoripost.comRencana pembangunan dua flyover di Kota Pekanbaru menghabiskan anggaran sebesar Rp240 miliar. Dari anggaran tersebut, Rp160 miliar digunakan untuk pembangunan flyover di perempatan Mal SKA. Sedangkan sisanya Rp80 miliar untuk membiayai pembangunan flyover di perempatan Pasar Pagi Arengka.

Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Jalan dan Jembatan PUPR Provinsi Riau, Yunan Haris mengatakan, pembangunan flyover di perempatan Mal SKA memang memakan biaya yang lebih besar. Pasalnya bangunan di perempatan Jalan Soekarno-Hatta dan Tuanku Tambusai tersebut memiliki panjang 625 meter dan lebar 18 meter.

“Sehingga biayanya juga dua kali lebih besar dari flyover di perempatan Pasar Pagi Arengka. Flyover ini nantinya bisa dilalui dua arah, dengan empat lajur seperti flyover Sudirman. Sedangkan di perempatan Pasar Pagi Arengka hanya dibangun dua lajur dengan panjang 420 meter dan lebar 9 meter, dari Jalan Soekarno-Hatta menuju HR Soebrantas,” ujar Yunan, Sabtu (20/1).

Namun untuk flyover perempatan Pasar Pagi Arengka rencananya dibangun dua tahap. Selain tahap pertama yang dibangun tahun ini, tahun 2020 mendatang rencananya juga dibangun tahap kedua dari arah Mal SKA menuju arah Kubang dengan lebar 16 meter. “Sedangkan tahap kedua dilanjutkan pada tahun 2020 mendatang dari arah SKA menuju arah Kubang. Ini baru agak lebar seperti di perempatan Mal SKA, sehingga diharapkan bisa memperlancar lalu lintas di perempatan jalan tersebut,” jelasnya.

Namun pembangunan flyover tersebut memiliki hambatan berupa aset dan utility. Seperti di perempatan Mal SKA berupa pipa PDAM, kabel PLN, jembatan penyeberangan orang (JPO), Tugu Selamat Datang, Pos Polisi dan relokasi Videotron.

“Sedangkan di perempatan Pasar Pagi Arengka hambatan berupa tiang dan kabel listrik PLN, pedagang kaki lima di sepanjang jalur flyover, kios pedang buah dan gardu induk PLN. Sehingga kami berkoordinasi dengan Pemko Pekanbaru untuk pemindahannya,” jelas Yunan. Terkait pengaturan arus lalu lintas selama pengerjaan fisik 10 bulan, Yunan mengatakan arus lalu lintas tetap seperti biasanya. Namun jika sudah memasuki tahap pemasangan bantalan yang diperkirakan butuh waktu hingga sebulan, baru arus lalu lintas dialihkan.

“Untuk sementara arus lalu lintas masih tetap seperti biasa. Karena badan jalan tidak ditutup penuh selama pengerjaan. Tapi ketika sudah memasang bantalan, baru nanti jalan ditutup lebih kurang sebulan,” tutupnya.

riaupos.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares