Scroll to Top

Pembangunan Jalan RBS Belum Dilakukan, Kepala BPBD: Masih Tahapan Adminsitrasi

By Fitri Laurencia / Published on Senin, 18 Des 2017 19:08 PM / No Comments / 45 views
perbaikan jalan yang beberapa bulan lalu tidak dapat ditempuh oleh masyarakat menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat

PasirPangaraian, Sijoripost.com – Masyarakat Desa Rantau Binuang Sakti (RBS), Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menanyakan mengapa hingga kini perbaikan 9 km jalan ke desa mereka belum juga dilakukan pekerjaan.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Aceng Herdiana menyatakan rekanan saat ini masih lakukan tahap adminsitrasi.

“Saat ini rekanan pemenang kegiatan masih lakukan tahapan, dalam waktu dekat rekanan sudah bekerja sehingga nantinya April atau Mei 2018 kegiatan sudah tuntas dilaksanakan,” katanya, Senin (18/12/2017).

Ia menambahkan, nantinua akan dilakukan penimbunan dan peninggian jalan ke Desa RBS sepanjang 9 km, melalui dana sosial berpola hibah kegiatan rehabilitasi rekonstruksi pasca bencana, dari BNPB pusat untuk daerah rawan bencana di Desa RBS dan Ulak Patian.

Aceng mengaku, sejak tahun 2014 sudah memperjuangkannya untuk Desa RBS dan Ulak Patian, yakni pembangunan termasuk penimbunan peninggian jalan Ulak Patian 1 km lebih, juga pembangunan tembok penahan tebing 180 meter yang nantinya juga berfungsi sebagai dermaga.

“Dana yang dikucurkan untuk pembangunan 9 Km jalan Desa RBS jalan Ulak Patin 1 km lebih, juga pembangunan tembok penahan tebing 180 meter, dianggarkan total Rp16 miliar oleh BNPB pusat,” jelasnya.

Lebihlanjut dijelaskanya, Dana bantuan tersebut merupakan dari dana sosial berpola hibah kegiatan rehabilitasi rekonstruksi pasca bencana, dari BNPB untuk daerah rawan bencana di RBS dan Ulak Patin. Saat ini rekanan, bukan hanya menyelesaikan administrasi usai ikuti lelang, juga tengah menyiapkan mobilisasi peralatan.

Diterangkanya, peninggian badan jalan yang dikucurkan BNPB pusat di Desa RBS termasuk di Desa Ulak Patian 1 km lebih jalan juga tembok penahan tebing 180 meter juga nantinya berfungsi sebagai dermaga.

Ia berharapkan bila banjir besar datang, jalan tidak tergenang sehingga hasil perkebunan masyarakat tetap bisa dijual ke luar desa mereka.

“Sehingga akses ekonomi masyarakat tidak terganggu lagi,‎ kalau jalan sudah bagus, karena jalan merupakan hal yang utama,” tutupnya.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares