Scroll to Top

Pengusaha di Batam Mengaku Sengsara

By Redaksi Sijoripost / Published on Jumat, 26 Apr 2019 22:42 PM / No Comments / 105 views

Batam, Sijoripost.com – Pengusaha kawasan industri di Batam mengadukan masalah pemadaman listrik oleh PLN Batam ke Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kamis (25/4). Mereka berharap masalah pemadaman yang semakin parah ini cepat mendapatkan solusi.

“Ini sudah terjadi sejak November 2018, parahnya di Februari 2019, tambah parah di Maret 2019 dan lebih parah lagi di April,” kata Government Relation and QHSE Manager Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK), Sony Fuah di Gedung BP Batam, Kamis (25/4).

Ia mencatat, hingga 25 April ada 12 jadwal pemadaman listrik di KITK dan empat di antaranya merupakan jadwal mendadak tanpa pemberitahuan sama sekali. Dalam sehari atau sekali jadwal pemadaman, listrik padam sebanyak tiga kali.

Pemadaman pertama dimulai pada pukul 13.00-16.00 WIB, kemudian pukul 18.00-20.00 WIB, dan terakhir pada pukul 20.30-22.30 WIB.

“Setelah padam, 1.500 tenaga kerja dipulangkan dan itu fakta. Dan terkadang ketika karyawan sudah dipulangkan, ternyata listrik tak jadi mati,” tuturnya.

Para pengusaha makin kesal karena di tengah situasi seperti ini, PLN Batam malah menawarkan layanan premium agar suplai listrik lancar. Namun, harganya sangat mahal, yakni 40 hingga 60 persen lebih tinggi dari tarif biasa.

“Makanya pengelola kawasan dan tenant kami bawa langsung ke BP Batam agar keluhan didengar lang-sung. Kami ini memang sebenarnya sudah sengsara. PLN punya janji-janji doang. Tak jelas kapan selesainya,” ujarnya lagi.

Ia meminta jika PLN Batam kendala dalam menyuplai listrik ke kawasan industri, lebih baik jujur saja.

“Jepang dan Singapura sudah teriak-teriak. Sudah investasi besar-besaran, tidak ada jaminan,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Oka Simatupang menilai PLN Batam masih belum profesional dalam bidangnya dan meminta agar pengelola lis-trik di Batam itu belajar dari kawasan industri lokal seperti Panbil dan Tunas. Atau industri di Jawa seperti Cikarang, bagaimana cara mengelola listrik untuk mengakomodir kebutuhan industri.

“Banyak juga kawasan industri di Batam tak punya genset. Jadi ketika pekerja disuruh pulang, tak mungkin disuruh balik,” paparnya.

Hal ini sudah terjadi berulang kali. HKI sudah mendapat banyak aduan dari anggotanya.

“Kalau terlalu sering ini tak bisa ditolerir. Kami sudah lapor ke pemerintah kota dan BP Batam terkait ini. Infrastruktur listrik itu sangat penting bagi kami,” ungkapnya.

Selain pemadaman listrik, hal lain yang sering dikeluhkan adalah waktu dimana tegangan tiba-tiba menurun atau istilahnya yakni power bip.

“Ketika power bip terjadi, maka banyak barang yang jadi reject. Mengapa? Karena mesin-mesin sudah di-setting agar jalan pada tegangan tertentu,” jelasnya.

Sedangkan dari pihak BP Batam yang diwakili Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo, belum bersedia untuk berbicara mengenai hal ini. Tapi dari hasil pertemuan ini, BP Batam berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara PLN Batam dan HKI Kepri dalam waktu dekat.

Humas PLN Batam Yoga Perdana mengatakan, perbaikan mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Panaran milik PLN Batam ternyata memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Jika sebelumnya PLN Batam menjanjikan mesin tersebut akan bekerja optimal kembali pada 24 April, tetapi dalam perkembangannya diperkirakan baru akan normal kembali pada 30 April mendatang. Dengan kata lain pemadaman bergilir akan semakin panjang.

“Mesin di PLTG Panaran baru bisa beroperasi pada akhir April nanti. Penyebabnya karena dari dua komponen yang dibutuhkan untuk perbaikan, baru satu yang datang,” katanya lagi.

Karena keterlambatan dari jadwal semula, maka jadwal instalasi mesin ke dalam jaringan interkoneksi Batam-Bintan menjadi lebih lambat.

“Karena masih harus menjalankan running tes dan komisioning baru kemudian bisa masuk ke dalam sistem. Setelah itupun, kenaikan dayanya harus bertahap. Makanya ketika memasuki Ramadhan nanti, semuanya sudah berjalan normal,” katanya lagi.

Memang hingga saat ini, pemadaman masih sering terjadi di seluruh Batam. Sekali pemadaman bisa memakan waktu hingga tiga jam.

“Untuk saat ini kita masih defisit daya sebanyak 23 megawatt (MW) hingga 30 MW. Tapi kalau mesin PLTG Panaran sudah berjalan optimal, maka akan dapat tambahan daya 39 MW,” ucapnya.

Cuaca mendung dan hujan beberapa hari terakhir ini juga mendukung pengurangan suplai daya yang cukup signifikan hingga 20 MW.

“Kalau hujan, pemadaman akan berkurang. Karena cuaca dingin akibat hujan, penggunaan listrik untuk AC juga berkurang,” paparnya.

PLN Batam, kata Yoga, memahami listrik merupakan pilar penting bagi dunia usaha di Batam. Akibat pemadaman listrik berturut-turut ini, banyak pelanggan dari sektor industri memprotes keras. Yoga mengatakan PLN akan melakukan koordinasi dengan kawasan industri terkait jadwal pemadaman listrik. “Kami mendapat banyak komplain dari pihak industri,” imbuh Yoga.

 

batampos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares