Scroll to Top

Penyakit diplodia era 1980-an serang kebun jeruk, ini solusi dari Dinas Pertanian

By Fitri Laurencia / Published on Minggu, 14 Jan 2018 20:34 PM / No Comments / 63 views

Bangkinang, Sijoripost.comKepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kampar, Hendry Dunan mengungkapkan, penyakit Diplodia kembali menyerang tanaman Jeruk di Kuok.

Kejadian ini mengulang runtuhnya kejayaan Jeruk Kuok.

“Inilah (penyakit Diplodia) yang menghancurkan Jeruk Kuok tahun 80 itu,” kata Hendry, Minggu (14/1/2018).

Diplodia memang penyakit utama pada tanaman Jeruk.

Penyakit yang menyerang hampir semua bagian tanaman ini bisa menular ke tanaman jeruk lain.

Hendry mengatakan, upaya penanganan untuk membasmi penyakit ini hanya dengan eradikasi.

Merujuk kamus istilah pertanian yang diakses secara daring, eradikasi adalah pemusnahan total tanaman yang terserang penyakit ataupun seluruh tumbuhan inang untuk membasmi suatu penyakit.

“Nggak bisa hanya dengan obat-obat aja,” kata Hendry.

Pihaknya sedang mendata tanaman Jeruk yang terserang penyakit ini.

Hasil pendataan akan mengetahui berapa tanaman yang harus dieradikasi.

Ditambahkan dia, eradikasi mungkin saja bukan terhadap tanaman yang sudah terserang saja.

Tanaman sekitar yang berkemungkinan sudah terkena wabah pada radius tertentu, juga perlu dihitung.

Hendry mengatakan, eradikasi harus seizin petani atau pemilik tanaman.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Riau untuk memberi bantuan pengganti bibit pascaeradikasi.

Ia mengaku, dana untuk mengganti bibit tidak dianggarkan pada DPTPH Kampar.

“Dinas Pertanian Provinsi sudah bersedia. Tapi petani harus bersedia dulu,” tandas Hendry.

Selain itu, petani juga harus bersabar menunggu bibit yang baru ditanam kembali berproduksi antara tiga sampai empat tahun lagi.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares