Scroll to Top

Peringati Hari Menkumham, Kantor Imigrasi buka pelayanan paspor simpati

By Redaksi Sijoripost / Published on Senin, 21 Okt 2019 13:10 PM / No Comments / 202 views

Pekanbaru, Sijoripost.com – Dalam memperingati Hari Ulang Tahun(HUT) Kemenkum HAM Republik Indonesia atau Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) yang jatuh pada tanggal 30 Oktober 2019, Kantor Imigrasi Kota Pekanbaru akan membuka pelayanan pembuatan paspor Simpati.

“Kita akan membuka pelayanan pembuatan paspor untuk memperingati HDKD atau Hari Dharma Karya Dhika. Pelayanan akan kita buka pada hari Sabtu dan Minggu tepatnya pada tanggal 26 dan 27 Oktober minggu ini,” kata Erwin Kasi Lantaskim Kantor Imigrasi Pekanbaru kepada Sijoripost.com

“Pelayanan paspor Simpati, sambung Erwin, akan di buka pada jam 8 pagi hingga selesai, dan kami hanya melayani 60 kuota atau maksimal 75 kuota paspor saja,” sahutnya

Makna Hari Dharma Karya Dhika bagi Mantan Menkumham HAM Yasonna Laoly

Dharma Karya Dhika memiliki arti mendalam untuk Kementerian Hukum dan Asasi Manusia (Kemkumham). Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemkumham perlu mengetahui hal tersebut.

“Kadang-kadang saya berpikir dan merenung, apa sebenarnya Dharma Karya Dhika ini? Apa maknanya?” ungkap Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly

Ia menjelaskan, dharma merupakan istilah yang diambil dari bahasa Sansekerta. Arti dasarnya adalah kewajiban, aturan, dan kebenaran. Karya menurut KBBI ialah pekerjaan, hasil perbuatan, atau buatan. Sedangkan, dhika adalah anak manusia yang diberikan kelebihan. Jika diartikan secara menyeluruh Dharma Karya Dhika berarti “Manusia diberikan kelebihan untuk melakukan pekerjaan sesuai kewajibannya, aturan dan kebenaran”.

“Sungguh dalam makna yang terkandung dari Dharma Karya Dhika. Ternyata eksistensi Kemkumham adalah dibuktikan melalui hasil kerjanya dalam menjalankan kewajiban sesuai aturan,” jelas Yasonna.

Ia menambahkan, betapa besar amanah diemban ASN Kemkumham. Sebagaimana visi Kemkumham yakni memberikan kepastian hukum kepada masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab. Sepatutnya dijalankan dengan sungguh-sunguh untuk menciptakan kondisi pemerataan yang berkeadilan. “Kita udah berada di ujung penghabisan, saatnya kita perkuat sinergitas, menyelesaikan persoalan dengan solusi berkualitas,” imbuhnya.

Menkumham mengatakan HDKD diharapkan benar-benar diimpelementasikan pada semua aspek kehidupan birokrasi di Kemkumham. “Jalin persahabatan dan sinergi dengan institusi terkait serta masyarakat yang menjadi stakeholder,” kata Yasonna.

Ia menyatakan, seberat apa pun beban dan tanggung jawab, maka akan terasa ringan jika dikerjakan secara bersama-sama. “Memaknai Dharma Karya Dhika dari sudut pandang kinerja adalah bagaimana kita mengoptimalkan kinerja kita sebaik-baiknya,” tegasnya.(spc1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares