Scroll to Top

Sekretaris Setyo Novanto kabur hindari kejaran awak media usai di periksa KPK

By Redaksi Sijoripost / Published on Jumat, 09 Feb 2018 18:54 PM / No Comments / 69 views
Sekretaris pribadi Setya Novanto, Cornelis Towoliu berlari kecil menghindari awak media, usai diperiksa penyidik KPK, Jumat (9/2). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Jakarta, Sijoripost.com – Usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama hampir enam jam, sekretaris pribadi Setya Novanto, Cornelis Towoliu melarikan diri.

JawaPos.com melaporkan dari lokasi, anak buah Novanto itu tampak keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 14.39 WIB. Melihat suasana halaman gedung KPK dipenuhi awak media, dia memilih berlari menghindari awak media.

“Di penyidik (kesaksiannya),” katanya sembari berlari kecil, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/2/2018).

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan terhadap Cornelis untuk melengkapi berkas tersangka e-KTP Anang.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk ASS (Anang Sugianan Sudiharjo), “ ujarnya saat dikonfirmasi.

Cornelis dalam pemeriksaan itu mengaku telah menjawab 20 pertanyaan dari penyidik KPK. Sejak kedatangannya, Cornelis seakan enggan dibidik kamera pewarta. Padahal, ini kali kedua kedatangannya ke lembaga antikorupsi.

Sebelumnya, dia diperiksa KPK untuk tersangka Setya Novanto. Akan tetapi, kali ini merupakan pemeriksaannya yang pertama untuk Anang Sugiana Sudiharjo. Sebelum berlari, dia sempat membantah mengetahui pertemuan antara Setya Novanto dengan Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo.

“Enggak pernah,” singkatnya.

KPK dalam kasus itu menetapkan Anang sebagai tersangka karena diduga bersama-sama pihak lain ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP yang mengakibatkan kerugian negara Rp2,3 triliun.

Atas perbuatannya, Anang disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

jawapos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares