Scroll to Top

Suhu udara di Riau dingin, dan masih akan diguyur hujan

By Fitri Laurencia / Published on Minggu, 14 Jan 2018 11:32 AM / No Comments / 88 views

Pekanbaru, Sijoripost.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Pekanbaru melansir perkiraan cuaca di wilayah Riau secara umum cerah berawan, Minggu (14/1/2018).

Potensi hujan yang bersifat lokal turun di sebagian wilayah Riau.

Berikut ini perkiraan cuaca hari ini seperti yang dilansir BMKG Pekanbaru.

Pagi hari cuaca diperkirakan cerah berawan.

Siang hari potensi hujan ringan yang bersifat lokal turun di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.

Malam hari dan dini hari cuaca cerah berawan.

Suhu udara 22,5 sampai 30.00 derajat celcius dengan kelembapan udara 55 sampai 97 persen.

Angin barat laut sampai timur laut bertiup dengan kecepatan 09 sampai 36 kilometer perjam.

Hotspot atau titik panas tidak ada yang terdeteksi di wilayah Sumatera.

Sedangkan untuk tinggi gelombang air laut di beberapa perairan Riau seperti di Rohil Dumai Bengkalis Inhil serta Meranti berkisar 0,25 sampai 0,5 meter.

Suhu udara di Kota Pekanbaru beberapa hari ini terasa beda dari biasanya.

Umumnya cuaca di kota ini terasa panas. Bahkan suhunya bisa mencapai 34 derajat celcius.

Tapi beberapa dua hari ini, Kamis (11/1/2018) dan Jumat (12/1/2018) , banyak warga yang merasakan hawanya lebih dingin.

Padahal tidak terjadi hujan lebat. Hanya gerimis, itu pun dalam rentang waktu yang tidak lama.

Hal ini mungkin membuat warga bertanya-tanya, apa penyebabnya.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Slamet, Jumat (12/1) menyebutkan, suhu udara di Pekanbaru mengalami penurunan.

Menjadi 21 derajat celcius dari biasanya 30-34 derajat celcius.

Hal ini disebabkan kondisi angin wilayah Riau dalam dua hari belakangan ada belokan angin karena ada tekanan rendah di perairan Kepulauan Riau.

“Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan cukup bagus,” ungkap Slamet.

Namun, katanya, karena angin permukaan hingga 5000 feet cukup kencang, maka pembentukan awan rendah sulit, namun awan menengah 2500 feet hingga awan tinggi 9000 feet cukup bagus atau tebal.

“Dampaknya radiasi matahari tidak maksimal masuk sehingga udara menjadi dingin,” jelas Slamet.

Menurut Slamet, kondisi ini kemungkinan temporer saja.

Dua hari kedepan sudah berangsur normal.

“Dua hari ke depan diperkirakan sudah berangsur normal,” ujar Slamet.

tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares