Scroll to Top

Sungai Nilo meluap, akses jalan putus

By Fitri Laurencia / Published on Kamis, 04 Jan 2018 16:38 PM / No Comments / 45 views
Banjir masih menggenangi badan jalan di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, sehingga warga beraktivitas menggunakan perahu, Rabu (3/1/2018).

Pelalawan, Sijoripost.com – Curah hujan yang turun mengguyur dengan sangat lebat beberapa hari terakhir, menyebabkan Sungai Nilo di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan meluap.

Meluapnya air sungai nilo tersebut menyebabkan ketinggian debit air 1 meter lebih, telah membuat badan jalan digenangi air, sehingga akses transportasi darat di dua desa tersebut putus total. Tidak hanya itu, sekitar 77 rumah dengan 92 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 300 jiwa di dua desa tersebut, ikut terdampak banjir.

Demikian disampaikan Camat Ukui, Amri Juharza, Rabu (3/1) via selulernya. Dikatakannya, banjir ini merupakan musibah tahunan yang dialami warga di Kecamatan Ukui, khususnya di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam.

“Curah hujan yang telah terjadi beberapa hari terakhir khususnya pada Selasa (2/1) lalu, telah menyebabkan ruas jalan di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam tidak bisa dilalui atau putus total,’’ ungkapnya.

Akses jalan menuju dua desa ini hanya dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi air yakni sampan atau pompong. Debit air yang telah merendam badan jalan dan 67 rumah atau 78 KK di Desa Lubuk Kembang Bunga, dengan ketinggain air satu meter lebih. Banjir ini juga merembes ke desa tetangganya yakni Desa Air Hitam yang telah menggenangi badan jalan dan 10 rumah terdampak banjir atau 25 KK.

Meski saat ini, air menggenangi badan jalan serta puluhan rumah warga, namun kondisi banjir tersebut tidak sampai menenggelamkan rumah warga.

Pasalnya, warga yang telah terbiasa mengalami bencana tahunan ini, terlebih dahulu melakukan antisipasi dengan membuat rumah panggung dengan ketinggian 4 sampai 5 meter.

“Jadi sejauh ini, saya belum mendapat laporan ada rumah warga yang telah tenggelam direndam banjir, karena warga telah mengantisipasi dengan membuat rumah panggung. Tapi, kalau air menggenangi halaman dan rumah warga, memang sudah banyak. Setidaknya sudah ada 92 kepala keluarga (KK) yang halaman dan rumahnya digenangi air di Desa Lubuk Kembang Bungan dan Desa Air Hitam. Sejauh ini, hanya dua KK yang mengungsi ke rumah keluarga mereka di tempat lebih tinggi, sedangkan 90 KK lainnya tetap bertahan di rumah mereka masing-masing,” paparnya.

Selain merendam badan jalan serta puluhan rumah warga ikut terdampak banjir, sambung mantan Camat Bandar Petalangan ini, banjir tersebut juga telah merendam puluhan fasilitas umum seperti bangunan sekolah dasar (SD) sebanyak 32, SMP sebanyak 15 sekolah dan SMA sebanyak 14 bangunan sekolah.

“Tentunya, banjir ini sangat berdampak pada terganggunya aktivitas warga. Selain itu, dengan kondisi banjir ini, tentunya juga menambah biaya pengeluaran bagi warga untuk membeli minyak solar sebagai bahan bakar alat transportasi air yakni pompon,’’ jelasnya. Sedangkan saat ini, kondisi cuaca dalam keadaan mendung, sehingga diprediksi hujan akan kembali turun yang tentunya menyebabkan debit air akan kembali naik.

Disinggung bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terhadap korban banjir, Amri manambahkan, saat ini tim dari BPBD, Diskessos dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan telah turun ke lokasi untuk memberikan bantuan makanan siap saji, serta mendirikan posko penanggulangan banjir dan posko kesehatan yang dilengkapi tenaga medis.

“Tim dari Pemkab Pelalawan telah turun ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada warga korban banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam. Sejauh ini, banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa,” tutupnya.

riaupos.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares