Scroll to Top

Terdakwa DTT kabupaten Pelalawan di tuntut 1 tahun 8 bulan Penjara dan denda 50 juta

By Redaksi Sijoripost / Published on Selasa, 13 Feb 2018 18:16 PM / No Comments / 85 views
lahmudin, salah satu terdakwa DTT Kab Pelalawan (foto internet)

Pekanbaru, Sijoripost.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Andi Suryadi dan Kasim, dengan hukuman penjara 1 tahun 8 bulan terkait dugaan korupsi dana Dana Tak Terduga (DTT) Kabupaten Pelalawan tahun 2012.

“Menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun 8 bulan, dipotong masa kurungan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Antoni Riza, Abu Abdurahman dan Apriliana, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Selasa (13/2/2018).

Selain penjara, Andi Suryadi juga dituntut membayar denda masing-masing Rp50 juta. “Terdakwa dapat mengganti denda itu dapat kurungan selama 3 bulan dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Bambang Myanto.

Dalam amar tuntutannya, JPU menjerat terdakwa Kasim dengan Pasal 3 dan Andi dengan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP.

Hal memberatkan hukuman, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan menimbulkan kerugian negara. Hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan masih punya tanggungan keluarga.

Atas tuntutan itu, Kasim dan Andi Suryadi menyatakan akan mengajukan pembelaan atau pledoi. Majelis hakim mengagendakan pembacaan pledoi, baik secara tertulis dan lisan pada persidangan berikutnya.

Perkara berawal ketika Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan yang dipimpin Lahmuddin mendapatkan anggaran BTT sebesar Rp8 miliar pada tahun 2012. Dana itu awalnya untuk penyaluran bantuan bencana alam atau bantuan yang bersifat sosialitas kemasyarakatan

Namun di perjalanannya, dana itu justru disalurkan tidak tepat sasaran. Akibatnya, terjadi penyimpangan atau penyelewengan dalam menyalurkan bantuan yang umumnya bersifat fiktif.

Selain Kasim dan Andi Suryadi, perkara ini juga menjerat mantan Kepala BPKAD Kabupaten Pelalawan Lahmuddin (berkas terpisah). Kasim merupakan pihak swasta sekaligus pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Pelalawan sedangkan Andi Suryadi staf dari BPKAD Pelalawan, anak buah Lahmuddin.

Andi Suryadi menerima aliran dana sebesar Rp90 juta dan uang itu digunakan untuk membeli tiga kamera untuk kepentingan pribadi. Kamera itu sudah disita oleh kejaksaan.

Sementara, Kasim menikmati dana BTT sebesar Rp125 juta. Dana itu digunakan untuk biaya turnamen golf dalam rangka Hari Ulang Tahun Kabupaten Pelalawan yang diadakan di Hotel Labersa.

Hasil penyidikan, perbuatan terdakwa dilakukan dengan tiga modus, yakni penggunaan dana tidak sesuai peruntukkan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, penggunaan dana tidak sesuai peruntukkan dan dana fiktif serta penggunaan dana tidak sesuai peruntukkan dan menguntungkan orang lain. Akibatnya negara dirugikan Rp2,4 miliar.

cakaplah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares