Scroll to Top

Zulfan Heri hadiri temu kangen Aktivis Mahasiswa era 80-90an di TIM Jakarta

By Redaksi Sijoripost / Published on Sabtu, 03 Mar 2018 13:18 PM / No Comments / 127 views
Zulfan Heri foto bersama dengan Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang merupakan sahabat seperjuangan semasa aktivis mahasiswa 90an di Yogyakarta.

Jakarta, Sijoripost.com – Ratusan Aktivis Mahasiswa tahun diera 80-90 an di Yogyakarta menggelar temu kangen di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Jumat,(2/3/2018).

Dalam moment tersebut tampak hadir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, fahri hamzah, Syahganda, Cahyono, Ahmad Yani, Ferry Juliantoro, Harun Al Rasyid, Heru Nongko, dan para aktivis mahasiswa 80an dan 90an lainnya. Dan tokoh senior aktivis mahasiswa 70an bang H. Hariman Sir.

Menurut Zulfan Heri aktivis mahasiswa di era 80-90an asal Provinsi Riau yang hadir dalam temu kangen tersebut mengatakan pertemuan ini adalah bukti kepedulian terhadap indonesia.

“Ini bukti bahwa kaum pergerakan ini masih peduli dan memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap masa depan Indonesia. Masih ada pucuk pucuk keberanian untuk mengkoreksi, mengkritisi keberlangsungan pemerintahan sekarang,” ucap Zulfan kepada Sijoripost.com, sabtu,(3/3/18)

lanjutnya, Gagasan besar dan tantangan besar kerap hadir dan melekat pada kaum aktivis mahasiswa 80an dan 90an ini.

“Keberpihakan terhadap rakyat jelata atau kaum bawah amat kentara dan tegas dalam sikap, fikiran dan tindakan kaum pergerakan ini. Ini tercermin dalam tema besar temu kangen aktivis mahasiswa 80an dan 90an #Menuju Indonesia Berkeadilan Sosial#.”

“Tema ini acapkali diusung dan disuarakan dgn lantang oleh para aktivis ini ketika berstatus mahasiswa kala itu,” tutur Zulfan yang saat ini berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Indragiri Hulu- Riau

Dulu kata Zulfan Heri Menceritkan, Para aktivis ini melekat kyat ideologi perjuangannya membela rakyat yang kena gusur oleh ulah kaum elit ekonomi dan politik yang berjubah kapitalis dan borjuis”

“Advokasi gerakan kasus kedung ombo, cimacan, cilacap, buruh (marsinah), portas (sdsb), dan penggusuran rakyat bawah lainnya adalah bukti nyata yang tak luput dari gerakan mahasiswa era 80-90an hingga melawan dan menumbangkan rezim orde baru yang sangat otoritarian,”sebut Zulfan yang terlibat langsung dalam pergerakan tersebut.

Pertemuan yang digagas aktivis 80an dan 90an ini selain mengingatkan peran dan sejarah masa lalunya, juga membangkitkan kembali semangat untuk tidak membiarkan negara ini diisi oleh orang orang yg membajak gerakan reformasi yg dulu tak pernah bergerak melawan rezim orde baru dan kini roda pemerintahan.

Pemimpin baru berjiwa aktivis telah hadir ditengah kaum pergerakan ini. Tinggal membuat momentum. Selamat bersilaturrahim dan saling menyapa dan saling bergerak untuk indonesia yang lebih maju, sejahtera dan berpihak kepada rakyat jelata. Tidak boleh lagi ada jurang dan ketimpangan yang kuat antara si kaya dan si miskin. Mari bela mereka demi tegaknya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yg tercantum dalam sila kelima Pancasila,”tandasnya(spc1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

shares